Sergai – MBS – Muliono Kades Desa Sei Rejo Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) diduga berbohong dalam memberikan keterangan kepada awak Media ketika ditanya mengenai perkembangan masalah penutupan saluran aliran irigasi di Desanya, hal tersebut disampaikan ketika awak Media konfirmasi melalui via Whatsapp nya, pada hari Senin (19/01/2026).
Ketika ditanya apa perkembangannya mengenai permasalahan penutupan saluran aliran irigasi, beliau menjawab via Whatsapp nya, mengatakan sawah masyarakat yang kekeringan sudah teratasi karena air sudah masuk melalui pompanisasi, namun ketika ditanya, siapa yang membayar biayanya pak Kades, pak Kades tidak menjawab.
Beliau hanya mengatakan, kita pun nggak diam…. Kita fikir bang, tapi kan pelan – pelan bang, semua masalah bisa teratasi tapi sabar ya kan bang.
Kemudian awak Media tanya kembali, jadi apakah permasalahan yang penutupan saluran aliran irigasi yang di tanah Yanto sudah selesai pak Kades, sudah bang, jawab pak Kades.
Kemudian awak Media coba tanya kepada masyarakat petani Sei Rejo, sembari menyampaikan apa yang telah disampaikan pak Kades, mereka menyayangkan pernyataan Kades tersebut, karena air itu masuk melalui pompanisasi dan itu tidak maksimal karena masih banyak yang belum mendapatkan air nya bang, kalau katanya sudah selesai mana buktinya, nyatanya masih ditutup saluran aliran irigasinya, belum dibuka, jadi apa gunanya ada dibuat saluran aliran irigasi dengan biaya pemerintah namun tidak bisa berfungsi, tentunya kan sia – sia saja uang negara.
Jadi kami disini melalui Media ini kami sangat mendesak kepada pak Kades dan juga para pemangku kebijakan yang terkait, agar segera menyelesaikan masalah ini dengan sebaik-baiknya dan jangan berlarut – larut karena disini kami para petani yang sangat dirugikan bang.
Selanjutnya awak Media juga konfirmasi Yanto yang mempunyai tanah tempat ditutupnya saluran aliran irigasi via Whatsapp nya pada pukul 22 : 00 Wib, guna menanyakan kebenarannya yang kata pak Kades sudah selesai, beliau menjawab, ” Belum tau bang, masih diluar kota aku bang.”
Tentu dari jawaban para masyarakat petani dan Yanto yang memiliki tanah tempat saluran aliran irigasi ditutup sangat berbeda dan bertolak belakang, karena dalam masalah kekeringan sudah teratasi kata Kades nyatanya tidak maksimal, dan mengenai penutupan saluran aliran irigasi sudah selesai kata Kades, nyatanya belum menurut masyarakat petani dan Yanto, tentu ini menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat dan publik apa motif maupun tujuan Kades dengan berbohongnya pak Kades tersebut karena tidak sesuai keterangan nya dengan masyarakat petani dan Yanto. (Syahrial).









