Polemik Saluran Irigasi Dibendung Sepihak Oleh Salah Seorang Warga, Masyarakat Petani Sei Rejo Menjadi Resah.

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sergai –  MBS –  Polemik saluran aliran irigasi yang dibendung sepihak oleh salah seorang warga Desa Sei Rejo berinisial YNT, membuat masyarakat petani yang ada di Desa Sei Rejo menjadi resah karena tidak bisa mendapatkan air dengan semestinya dikarenakan dibendung oleh YNT, Jum’at (16/01/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh masyarakat petani yang ada di Desa Sei Rejo kepada awak Media, yang tidak ingin disebutkan identitasnya, mengatakan bahwa, kasus ini bermula karena adanya kemungkinan adanya kesalahpahaman antara YNT dengan pihak P3A yakni berinisial SS, namun sudah berulang kali untuk mediasi, dan jika SS mau minta maaf kepada YNT masalah akan selesai, namun kenyataannya, mungkin sudah sekitar ada lima (5) kali SS meminta maaf kalau saya tidak salah namun belum juga selesai masalahnya.
Bahkan yang terbaru kami mendengar isu kalau pihak YNT ingin minta sewa sebesar 5 juta per musim kalau itu mau dibuka bendungan nya, karena bendungan nya itu termasuk permanen karena disemen dengan batu bata, tentu kami sangat keberatan kalau itu benar karena itu kan sudah menjadi milik publik dalam artian saluran irigasi itu sudah menjadi milik bersama.
Yang sangat kami heran kan juga kenapa Kades selaku pemimpin tertinggi di Desa tidak bijak dalam menangani masalah ini sehingga menjadi polemik karena sudah berlarut – larut tidak selesai meskipun sudah berulang kali mediasi yang juga dihadiri oleh Babinsa dan juga Bhabinkamtibmas, sehingga seharusnya mereka bisa mengambil sikap, disinilah menjadi tanya besar, ada apa dengan Kades Sei Rejo, ” Ungkap masyarakat petani tersebut dengan nada kesal. ” (Syahrial).

Berita Terkait

Masyarakat Menantikan Hasil Laboratorium Mengenai Limbah Dua Kilang Ubi yang Diduga Mencemari Aliran Parit Hingga Sungai Liberia.
Sahrial Sekretaris Gapoktan Desa Sukadame Berbohong Ketika Dikonfirmasi Mengenai Oplah Sawah Non Rawa.
Masyarakat Petani Desa Pematang Guntung Keluhkan Sawah yang Kering Karena Tidak Optimalnya Irigasi yang Sudah Ada.
Izin Kilang Ubi yang Diduga Menyebabkan Pencemaran di Sungai Liberia Dipertanyakan Publik.
Kades Desa Simpang Empat Enggan Bersuara Ketika Dikonfirmasi Terkait Polemik Limbah Kilang Ubi.
Muliono Kades Sei Rejo Diduga Berbohong Ketika Ditanya Mengenai Perkembangan Masalah Penutupan Saluran Aliran Irigasi.
Masyarakat Petani Sei Rejo Berharap Kades Segera Mengambil Tindakan Tegas dan Konkret Dalam Masalah Penutupan Saluran Aliran Irigasi.
Dihadiri Walikota Medan Rico Waas, Keluarga Besar Antonius Tumanggor Gelar Open House & Rayakan HUT Bersama.

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 06:27 WIB

Masyarakat Menantikan Hasil Laboratorium Mengenai Limbah Dua Kilang Ubi yang Diduga Mencemari Aliran Parit Hingga Sungai Liberia.

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:12 WIB

Sahrial Sekretaris Gapoktan Desa Sukadame Berbohong Ketika Dikonfirmasi Mengenai Oplah Sawah Non Rawa.

Jumat, 30 Januari 2026 - 10:38 WIB

Masyarakat Petani Desa Pematang Guntung Keluhkan Sawah yang Kering Karena Tidak Optimalnya Irigasi yang Sudah Ada.

Sabtu, 24 Januari 2026 - 10:13 WIB

Izin Kilang Ubi yang Diduga Menyebabkan Pencemaran di Sungai Liberia Dipertanyakan Publik.

Kamis, 22 Januari 2026 - 15:31 WIB

Kades Desa Simpang Empat Enggan Bersuara Ketika Dikonfirmasi Terkait Polemik Limbah Kilang Ubi.

Berita Terbaru