Warga Cakat raya, Mengeluh dengan adanya Imbas Pengusaha Kandang ayam potong, yang terkesan tak perduli lingkungan serta Mengabay kan aturan Pemeritah. Ada apa Dinas terkait terkesan tutup mata. 

Sabtu, 12 April 2025 - 17:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MitraMabes.com-Tulang bawangLampung.  Para Warga/ Masyarakat Kampung Cakat raya seputaran, Mengeluh dengan adanya serbuan Lalat tak di undang serta Menyengat nya Bau tidak sedap yang tentunya Membawa wabah Penyakit, Imbas dari Usaha Kandang Ayam potong milik salah satu warga setempat, di duga kuat pemilik usaha tersebut terkesan tak perduli terhadap Lingkungan serta Mengabay kan aturan Pemerintah, padahal usaha kandang ayam tersebut sudah puluhan tahun berdiri, ada apa dengan Pihak Dinas terkait kok terkesan Tutup mata, Sabtu (12 -4) 2025.

 

Hal tersebut berawal dari saat beberapa hari silam, pas nya di hari Selasa (8-4) sampai menjelang berita di terbitkan, Aswari beserta tim Media ini saat mengunjungi Taman Wisata cakat raya, di saat itu juga tim Media ini menerima laporan dari beberapa warga yang enggan di tulis namanya, laporan secara lisan yang sudah terkemas data nya menjadi sebuah Dokumen Vidio yang Narasi nya berupa, Keluhan beberapa warga terkait dengan adanya Makanan, minuman serta Rumah mereka yang di kerumunin Laler atau lalat tak di undang serta bau tidak Sedap yang tentunya membawa wabah penyakit, yang katanya imbas dari salah satu warga selaku pengusaha Kandang Ayam potong di kampung tersebut. Pengusaha Ayam tersebut di duga kuat telah mengabay kan aturan Pemerintah dengan cara tidak melengkapi sarat administrasi atau kelengkapan aturan usaha hingga di saat ayam sebelum di panen menyebabkan kan warga seputaran tidak nyaman serta gundah, gelisah dan lebih parah lagi saat hujan turun yang konon katanya juga kandang tersebut tampa menggunakan Blower dari awal kandang berdiri sampai saat ini, padahal kandang ayam tersebut didirikan sampayy sekarang sudah terhitung 10 (sepuluh)an tahun lebih dan kandang Ayam tersebut tergolong didirikan di pemukiman kampung, serta tergolong usaha skala besar hingga mencapai di hitungan angka ribuan jumlah ternak isi kandang tersebut. Lalu seperti apa cara pihak Dinas terkait melakukan Monitoring turun ke lokasi, Kuat di duga oknum pihak Dinas terkait Peternakan Tulang bawang Telah menerima Upeti setiap panen.

“Terus terang pak, sebenarnya kami selaku warga Cakat raya ini sudah lama bersabar menahan penderitaan ini, bayang kan saja sudah (10) sepuluhan tahun lebih mencium bau busuk tak sedap serta menerima tamu yang tampa di undang seperti Laler atau lalat pembawa wabah penyakit,”Papar warga.

 

“Usaha tersebut miliknya pak Dane, selaku warga kampung ini juga, kami juga ngak pernah pak nenerima pemberian serta kebijakan dari pemilik usaha, baik itu berupa ayam apalagi duit saat si pemilik manen ternak nya, kalau pemiliknya sudah pasti kaya raya, kami sudah pasti pak hanya mendapat derita nya saja,”Lanjut warga

 

“Kami juga selaku Masyarakat Kampung Cakat raya Kecamatan Menggala timur Kabupaten Tulang bawang sebagai warga terdekat Usaha kandang ayam Milik Dane, kami sangat berharap kepada pemilik usaha agar kedepanya jika ingin berlanjut menerus kan usaha nya, maka Pemilik usaha nama Dane tersebut harus pertama perduli terhadap kami selaku warga lingkungan dan bisa memberikan obat laler atau lalat pembawa wabah penyakit serta mau mentaati peraturan Pemerintah yakni memakai Blower sesuai Anjuran dan Peraturan Pemerintah yang sudah di terap kan.

 

Di konfirmasi Aswari via ponshel Pengusaha kandang ayam nama Dane terkesan mengabai kan nya saja dan terkesan diri nya Merasa KEBAL HUKUM

 

Di lain hari di Konfirmasi tim Media ini salah satu Putra nya di rumah kediaman nya jalan lintas timur pas di depan Mapolres Tulang bawang, salah satu putra Pengusaha tersebut terkesan juga merasa kebal Hukum, hingga berita ini di tayang kan

 

(Tim***)

Tunggu edisi selanjutnya.

Berita Terkait

Menu MBG Dapur Pasemah Air Keruh Dipertanyakan, SPPG Diduga Intimidasi Wartawan, APH Diminta Audit Menyeluru
Viralnya Postingan Menu MBG di Sosial Media, Aktivis: Ini Bentuk Partisipasi Masyarakat*
Plt Menumpuk di Dinas Strategis, Pertanyakan Keseriusan Wali Kota Pagaralam dalam Memimpin
Kapolres Nganjuk Gandeng MUI, Perkuat Benteng Deradikalisasi dan Cegah Penyakit Masyarakat
Kapolres Nganjuk Audiensi dengan Komandan POM TNI – AD, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Perkuat Sinergi Lintas Gereja, Kapolres Nganjuk Jamin Pengamanan Ibadah Umat Nasrani
Babinsa Sungai Bengkal Perkuat Sinergi Tiga Pilar Jelang Pilkades Serentak di Muara Tabir
Bupati Bantaeng Buka Konkerkab PGRI Tahun 2026, Tegaskan Komitmen Penguatan SDM dan Peran Guru

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 22:47 WIB

Menu MBG Dapur Pasemah Air Keruh Dipertanyakan, SPPG Diduga Intimidasi Wartawan, APH Diminta Audit Menyeluru

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:19 WIB

Plt Menumpuk di Dinas Strategis, Pertanyakan Keseriusan Wali Kota Pagaralam dalam Memimpin

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:40 WIB

Kapolres Nganjuk Gandeng MUI, Perkuat Benteng Deradikalisasi dan Cegah Penyakit Masyarakat

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:35 WIB

Kapolres Nganjuk Audiensi dengan Komandan POM TNI – AD, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:25 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Gereja, Kapolres Nganjuk Jamin Pengamanan Ibadah Umat Nasrani

Berita Terbaru

BERITA UTAMA

KLARIFIKASI RESMI TERKAIT KEJADIAN DI DESA AMBARAWA

Rabu, 11 Feb 2026 - 23:18 WIB