Tono Keluhkan Lambatnya Penanganan Laporan di Polres Banyuasin, Warga Pertanyakan Keseriusan Aparat.

Minggu, 30 November 2025 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuasin —mitramabes.com. Penanganan laporan dugaan perampasan hak atas dokumen Surat Penguasaan Hak (SPH) milik Tono, seorang warga Banyuasin, menuai sorotan tajam. Laporan yang telah ia sampaikan ke Polres Banyuasin sejak beberapa waktu lalu dinilai berjalan sangat lamban tanpa kejelasan dan tindak lanjut. Dalam laporan tersebut, seorang warga bernama H. Kadir tercatat sebagai terlapor.

Tono menyebut proses penyelidikan yang berjalan hingga saat ini tidak menunjukkan perkembangan berarti. Ia bahkan menilai jawaban pihak kepolisian selalu sama setiap kali menanyakan progres kasusnya.

“Ini soal hak saya dalam SPH yang dirampas. Saya sudah melapor, tapi prosesnya lambat sekali. Setiap saya tanya, jawabannya masih diproses. Tapi tidak ada perkembangan nyata,” keluh Tono.

Menurut Tono, ia telah beberapa kali mendatangi Polres Banyuasin untuk menanyakan kepastian perkara yang dia laporkan. Namun, ia mengaku hanya mendapatkan jawaban normatif tanpa informasi konkret mengenai langkah hukum berikutnya.

“Aku cuma minta kejelasan. Sudah beberapa kali ke polres, tapi katanya masih diproses. Sampai sekarang belum ada kabar apa-apa,” ujarnya.

Tono juga mengungkap bahwa pihak kepolisian sempat menyampaikan rencana mediasi. Namun hingga kini, jadwal maupun pemberitahuan resmi terkait pelaksanaan mediasi tersebut belum pernah ia terima.

“Katanya mau mediasi, tapi sampai sekarang belum ada kabar. Kami diminta sabar, tapi terlalu lama tanpa kepastian. Saya hanya ingin masalah ini cepat selesai,” ucapnya.

Keterlambatan ini semakin memupuk keresahan masyarakat yang merasa penanganan laporan di lingkungan Polres Banyuasin kerap berlarut-larut, terutama dalam perkara yang diajukan oleh warga kecil dengan keterbatasan ekonomi.

Beberapa warga menilai lambatnya respons aparat dapat menggerus keberanian masyarakat untuk melapor ketika mengalami masalah hukum. Menurut mereka, layanan yang tidak pasti menimbulkan kesan bahwa laporan dari warga kecil tidak mendapatkan perhatian serius.

“Kalau prosesnya lambat seperti ini, masyarakat bisa kehilangan kepercayaan diri untuk mencari keadilan. Mereka merasa laporan tidak dianggap penting,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan-keluhan ini memicu pandangan miring bahwa hukum seolah berjalan tidak seimbang. Dalam penilaian sebagian warga, pihak yang dilaporkan justru tampak santai seakan tidak tersentuh proses hukum.

Tono mengungkap bahwa selama proses berjalan, dirinya merasa seperti dipinggirkan. Sementara itu, ia menilai pihak terlapor tampak tidak merasa terancam oleh proses hukum yang seharusnya berjalan.

“Yang saya laporkan itu bisa santai, tersenyum sambil minum kopi. Sementara kami yang mencari keadilan disuruh menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Banyuasin belum memberikan keterangan resmi terkait lambatnya penanganan laporan dan mediasi keluhan pelapor.

Ketiadaan respons ini semakin memperkuat keresahan masyarakat yang berharap adanya pembenahan serius dalam pelayanan kepolisian, terutama dalam menjamin transparansi, kepastian hukum, serta perlindungan terhadap hak warga.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Warkop Konco Dewe (Mbak Yati Kramat) Hadir dengan Cita Rasa Nusantara, Siap Layani Catering dan Nasi Kotak di Nganjuk
Pesan Persaudaraan Untuk Masyarakat Indonesia Dari Ketum PITI
Desakan Agar PT. DPM Urus AMDAL Kembali Mencuat Wakili Suara Warga Sekitar Tambang
Ketua FORKALA Dairi Sarankan Dan Mendesak Pihak PT. DPM Serius Urus Amdal
DPP PWOD : Dewan Pers Gagal Jalankan Amanat Reformasi, Saatnya Dilakukan Rekonstruksi Total
Ngunduh Mantu Mbah Joko Wiguno di Jatiroso Berlangsung Meriah, Dihadiri Tokoh Agama, Adat, Spiritual, dan Pemerintah
Demi Tegakkan Keadilan : LSM KANE Malut Ancam Konsolidasi Massa Besar Jika PN Labuha Langgar Etika Hukum, Terkait Kasus Ingkar Janji
Tradisi “Welasan” di Masjid Agung Syaikh Anwarudin Kriyan, Cibogo Bertajuk Sambut Tuan Syaikh Terbentuknya Spiritualitas dan Ukhuwah.

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 08:30 WIB

Tono Keluhkan Lambatnya Penanganan Laporan di Polres Banyuasin, Warga Pertanyakan Keseriusan Aparat.

Selasa, 4 November 2025 - 16:53 WIB

Warkop Konco Dewe (Mbak Yati Kramat) Hadir dengan Cita Rasa Nusantara, Siap Layani Catering dan Nasi Kotak di Nganjuk

Minggu, 26 Oktober 2025 - 14:34 WIB

Pesan Persaudaraan Untuk Masyarakat Indonesia Dari Ketum PITI

Kamis, 23 Oktober 2025 - 07:30 WIB

Desakan Agar PT. DPM Urus AMDAL Kembali Mencuat Wakili Suara Warga Sekitar Tambang

Senin, 20 Oktober 2025 - 06:44 WIB

Ketua FORKALA Dairi Sarankan Dan Mendesak Pihak PT. DPM Serius Urus Amdal

Berita Terbaru