TERBONGKAR! Dugaan Bisnis Tanah Gelap di Karang Anyar, Jalan Rakyat Jadi Tumbal

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MediaMitraMabes- COM

BANYUASIN,

26 Februari 2026 — Dugaan praktik penimbunan tanah tanpa izin dan kontrak resmi menggemparkan warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Aktivitas mencurigakan ini disebut-sebut berlangsung tak jauh dari kawasan industri PT Semen Conch, dan diduga kuat dikendalikan oleh pemilik lahan bernama Koko Hendi.

 

Tanah dalam jumlah besar diduga didatangkan dari wilayah Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir, tanpa kejelasan dokumen asal-usul maupun izin angkut resmi. Ironisnya, pengangkutan dilakukan menggunakan truk tronton bertonase tinggi yang melintasi jalan perkampungan — dan kini, jalan warga mulai retak, ambles, bahkan terancam hancur total!

 

⚠️ Klaim Izin Resmi Dipertanyakan, Pekerja Bongkar Fakta Mengejutkan

 

 

Nama Haji Saipul mencuat sebagai pihak yang mengatur operasional penimbunan. Saat dikonfirmasi wartawan, ia mengklaim memiliki izin lengkap — bahkan dengan nada menantang.

 

Namun fakta berbeda justru diungkap oleh seorang pekerja lapangan bernama Jopen.

 

“Kami ini cuma pekerja. Soal izin? Tidak ada sama sekali. Semua dikendalikan Haji Saipul. Kami juga tidak tahu tanah ini sebenarnya dari mana dan mau dibawa ke mana lagi,” ungkapnya lirih.

 

Pernyataan ini memicu dugaan kuat bahwa aktivitas tersebut berjalan tanpa dasar hukum yang jelas. Jika benar, ini bukan sekadar pelanggaran administratif — tapi bisa mengarah pada praktik terorganisir yang merugikan negara dan masyarakat.

 

🚨 Jalan Desa Jadi Korban, Warga Murka!

Warga Desa Karang Anyar kini geram. Setiap hari truk-truk bermuatan tanah melintas tanpa henti, membuat debu beterbangan dan jalan semakin rusak.

 

“Kalau ini dibiarkan, jalan kami hancur total! Jangan sampai desa kami jadi korban bisnis tanah gelap!” tegas seorang warga.

 

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait di Kabupaten Banyuasin untuk segera turun tangan, menghentikan aktivitas penimbunan, dan mengusut tuntas dugaan mafia tanah yang bermain di balik layar.

 

🔎 Investigasi Berlanjut

Tim wartawan akan melakukan penelusuran lanjutan, termasuk menggali informasi di wilayah kerja Banyuasin dan instansi perizinan terkait. Publik berhak tahu siapa yang bermain, siapa yang melindungi, dan siapa yang harus bertanggung jawab.

 

Jika dugaan ini terbukti, maka ini bukan hanya soal tanah — ini soal hukum, keadilan, dan hak warga yang diinjak-injak demi kepentingan segelintir orang.

 

(Rusdi )

Berita Terkait

PT. KAN ABAIKAN KORBAN KM. JUWITA TENGELAM AKIBAT GELOMBANG SPEEDBOAT MARINA EXPRESS, PENAWARAN TALI ASIH DI ANGGAP HINA
Ditresnarkoba Polda Sumsel Hancurkan Barang Bukti 18 Kasus, 27 Tersangka Terancam Pidana Mati
Dishub Kota Pontianak Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Layani Sejumlah Rute di Kalimantan Barat
Bupati Humbang Hasundutan Terima Kunjungan Wakil Ketua Yayasan Santo Thomas Bahas MoU Bidang Pendidikan dan Pertanian .
Polres Nagan Raya Resmikan Sumur Bor Karya Mahasiswa STIK Di Desa Tuwi Buya
Perayaan Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22 Digelar Dua Hari, Hadirkan Festival Kuliner hingga Band Ungu untuk Promosi
Dorong Ekonomi Rakyat, Pemkab Samosir Gelar Festival Kuliner dan UMKM Pada Perayaan Hari Jadi ke-22 
Safari Ramadhan di Jatikalen, Kapolres dan Wabup Nganjuk Perkuat Sinergi Bersama Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:32 WIB

PT. KAN ABAIKAN KORBAN KM. JUWITA TENGELAM AKIBAT GELOMBANG SPEEDBOAT MARINA EXPRESS, PENAWARAN TALI ASIH DI ANGGAP HINA

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:28 WIB

Ditresnarkoba Polda Sumsel Hancurkan Barang Bukti 18 Kasus, 27 Tersangka Terancam Pidana Mati

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:20 WIB

TERBONGKAR! Dugaan Bisnis Tanah Gelap di Karang Anyar, Jalan Rakyat Jadi Tumbal

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:03 WIB

Dishub Kota Pontianak Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Layani Sejumlah Rute di Kalimantan Barat

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:54 WIB

Bupati Humbang Hasundutan Terima Kunjungan Wakil Ketua Yayasan Santo Thomas Bahas MoU Bidang Pendidikan dan Pertanian .

Berita Terbaru