TEBO // MBS – Menyikapi pemberitaan di sejumlah media massa terkait kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang berdampak pada melonjaknya harga di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Tebo menggelar operasi pasar LPG 3 Kg di Kecamatan Rimbo Bujang, Jumat (30/02/2026).
Operasi pasar ini dilaksanakan bekerja sama dengan PT Gelora Energi Sentosa selaku pihak penyalur, dan dipusatkan untuk melayani masyarakat di tiga kelurahan yang dikenal sebagai Tri Agung, yakni Kelurahan Mandiri Agung, Wirotho Agung, dan Sarana Agung.

Kadis Perindagkop dan UKM Kabupaten Tebo Mardiansah Melalui Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop dan UKM Kabupaten Tebo, Ade Irawan, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan gas elpiji bersubsidi serta menekan lonjakan harga agar tetap sesuai ketentuan pemerintah.
“Gas elpiji 3 kilogram dijual dengan harga Rp19.000 per tabung. Harga ini sesuai dengan standar Harga Eceran Tertinggi yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Ade Irawan.
Untuk memastikan penyaluran tepat sasaran, masyarakat yang ingin membeli LPG 3 Kg diwajibkan membawa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) sebagai syarat pendataan.
Operasi pasar dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB, dengan total pasokan sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 kilogram yang disediakan bagi masyarakat. Dari jumlah tersebut, tercatat sebanyak 142 tabung berhasil terjual.
Kegiatan ini turut diawasi langsung oleh Syahrul Rozi dari bidang Sumber Daya Alam (SDA) pada bagian monitoring, guna memastikan pelaksanaan operasi pasar berjalan tertib, aman, dan sesuai prosedur.
Melalui kegiatan ini, Disperindagkop dan UKM Kabupaten Tebo berharap dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gas elpiji bersubsidi sekaligus mencegah praktik penjualan di atas HET di wilayah Kecamatan Rimbo Bujang. (Sch)
Editor : Socheh









