Mitramabes.com – Nganjuk, Jawa Timur — Isu dugaan pungutan di lingkungan SMKN 1 Bagor dan SMKN 2 Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terus menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Ramainya pembahasan di ruang publik memunculkan pertanyaan mengenai transparansi serta respons pihak berwenang terhadap persoalan tersebut.

Hingga kini, klarifikasi resmi dari pihak sekolah maupun Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, belum disampaikan kepada publik. Kondisi tersebut menimbulkan berbagai spekulasi sekaligus mendorong masyarakat meminta penjelasan terbuka agar informasi yang berkembang tidak simpang siur.

Sebagai lembaga yang memiliki kewenangan pembinaan SMA dan SMK negeri, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk yang berkantor di Jalan Brantas Gang III, Ngrengket, Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, diharapkan segera memberikan keterangan resmi guna menjaga kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan.

Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan pungutan yang dikaitkan dengan kebutuhan sekolah. Namun demikian, kebenaran informasi tersebut masih menunggu hasil klarifikasi dan verifikasi dari pihak terkait.
Sejumlah wali murid berharap adanya keterbukaan informasi agar persoalan dapat dijelaskan secara jelas dan tidak menimbulkan keresahan. Transparansi dinilai penting mengingat sekolah negeri berada di bawah pengawasan pemerintah dan harus menjalankan kebijakan pendidikan sesuai regulasi yang berlaku.
Dalam ketentuan pendidikan, setiap bentuk pembiayaan di sekolah negeri harus dilakukan secara transparan dan tidak bersifat wajib tanpa dasar aturan yang jelas. Karena itu, publik menilai respons cepat dari instansi terkait menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SMKN 1 Bagor, SMKN 2 Bagor, serta Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Nganjuk guna memperoleh keterangan berimbang sesuai prinsip kode etik jurnalistik.
Mitramabes.com Jurnalis Nganjuk Jomsen Silitonga









