Suka Makmue- Mitra Mabes.Com” Sejumlah sekolah di kabupaten Nagan Raya menolak pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadhan” Senin 23 Februari 2026
Menurut para guru yang tak mau disebutkan namanya menyebutkan bahwa pembagian MBG di bulan suci Ramadhan berpotensi para siswa membatalkan puasa, sementara kami mengajarkan kejujuran pada anak didik, penolakan atau penyesuaian program ( MBG)oleh pihak sekolah selama bulan Ramadhan didasarkan pada alasan etis, praktis, yaitu menghormati ibadah puasa” Ujar pihak sekolah
Karena pesantren kilat yang di laksanakan di bulan Suci Ramadhan ini merupakan program pembinaan keagamaan intensif, dan untuk memperdalam Ilmu agama meningkatkan iman dan membentuk karakter mulia peserta didik”
Menurut beberapa kepala sekolah yang tak mau di sebut namanya dan nama sekolahnya mengatakan bahwa kita bingung dengan program pemerintah yang mengatakan makan bergizi gratis, menurut kami tidak gratis karena dananya dari pajak , dana pendidikan, dana kesehatan bahkan yang lebih parah lagi Mentri agama mengatakan dana zakat akan membatu program MBG padahal dana zakat itu sudah ada ketentuan yang menjadi penerima zakat, apakah kita mau disamakan dengan negara Yahudi Israel dan Amerika Serikat.
Padahal.majekis ulama Aceh telah menyampaikan bahwa MBG di bulan suci Ramadhan harus di hentikan tidak boleh boleh di adakan khusus untuk Aceh l, namun sayang hal itu tidak di indahkan oleh para dapur MBG tersebut.
Pantauan tim media mitra mabes dilapangan bahwa ada juga sekolah yang menerima MBG,namun makanan yang di sajikan selama 3 hari jumlahnya hanya mencapai Rp 25 Ribu rupiah, menu yang di sajikan diantaranya ” Buah kurma 5 butir ,telor setengah masak 3 Butir, roti 1 bungkus ( tingkat SD) sedangkan tingkat SMP lain dapur 1 bungkus roti, pisang 1 buah,apel 1 buah , susu satu bungkus, kacang asin 1 bgk dan telor 1 butir ( setengah masak).
Editor : Tim mitra mabes










