Rantau Bayur, Banyuasin – Mitramabes.com Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Rantau Bayur, yang terletak di Desa Sejagung, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan. Masyarakat setempat mempertanyakan transparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp 98.500.000 (sembilan puluh delapan juta lima ratus ribu rupiah) dan dana lainnya yang seharusnya dapat digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan sekolah.
Menurut pantauan di lapangan, bangunan sekolah tidak mengalami perbaikan atau rehabilitasi selama empat tahun terakhir.
Hal ini menimbulkan keprihatinan di kalangan orang tua siswa dan masyarakat sekitar, terutama saat kondisi memprihatinkan ini kembali menjadi sorotan pada Senin (26/01/2026).
“Kami sangat prihatin dengan kondisi sekolah ini.
Sudah lama tidak ada perbaikan, padahal dana BOS sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk itu,” ujar salah seorang warga Desa Sejagung yang enggan disebutkan namanya.
“Masyarakat bertanya-tanya, ke mana dana BOS dan dana lainnya selama ini?”
Penggunaan Dana BOS:
Perlu diketahui, dana BOS dialokasikan untuk berbagai kebutuhan operasional sekolah, meliputi:
– Pengembangan perpustakaan: Pembelian buku, majalah, atau langganan internet.
– Kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler: Termasuk pembelian alat tulis, bahan habis pakai, hingga biaya transportasi kegiatan siswa.
– Pembayaran honor guru dan tenaga kependidikan: Terutama bagi yang belum berstatus PNS.
– Pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah: Perbaikan ringan, pengecatan, pembelian alat kebersihan.
– Pengadaan alat multimedia pembelajaran: Komputer, proyektor, dan jaringan internet.
– Biaya daya dan jasa: Listrik, air, telepon, dan internet.
Melihat kondisi sekolah yang tidak terawat, masyarakat merasa ada kejanggalan dalam pengelolaan dana tersebut.
Selain masalah infrastruktur dan transparansi dana, masyarakat juga mengeluhkan terkait dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang belum diterima oleh siswa-siswi yang seharusnya memenuhi syarat.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SDN 6 Rantau Bayur, M. Joni, belum memberikan keterangan resmi terkait masalah ini dan sulit untuk dihubungi guna konfirmasi. Hal ini menambah kekecewaan di kalangan masyarakat.
Masyarakat berencana untuk melakukan musyawarah dengan pihak sekolah, komite sekolah, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin untuk mencari solusi terbaik. Mereka juga akan membentuk tim pengawas dana untuk memastikan dana yang ada digunakan sesuai peruntukannya.
Diharapkan, dengan adanya perhatian dan tindakan nyata dari berbagai pihak, kondisi SDN 6 Rantau Bayur dapat segera diperbaiki dan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan dengan lebih baik.
(Rusdi)








