Saeful Islam : Penertiban 113 Titik Bangli di Sepadan Sungai Di Kab Bekasi, Anggaran Dari Mana ?

Rabu, 19 Maret 2025 - 20:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi MBS, Gerakan cepat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk merapikan dan menormalisasi semua aliran sungai di Kab Bekasi, di tindaklanjuti dengan gercep oleh Bupati Kab Bekasi Ade Kuswara Kunang dengan mengeluarkan Surat Edaran tanggal 17 Maret 2025 berdasarkan Perda nomer 4 Tahun 2012, tentang Ketertiban Umum, Bab IV Tentang tertib sungai.

 

Terkait penertiban tersebut mendapat tanggapan dari Politisi PKS Saeful Islam kepada media, seperti di lansir portalkabar.com bahwa penertiban bangunan liar (bangli) di sepanjang kali kembali menjadi fokus perhatian dalam Rapat Kerja yang berlangsung, Selasa (18/03) di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bekasi.

 

Saeful Islam, anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, bersama Dinas Sumber Daya Air, Bina marga dan Bina Konstruksi, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Perum Jasa Tirta II, mendiskusikan langkah-langkah yang perlu diambil untuk mengatasi permasalahan ini.

 

Pada rapat tersebut, Saeful menekankan bahwa keberadaan bangli menjadi salah satu penyebab menyempitnya daerah aliran sungai (DAS), yang berpengaruh pada kelancaran aliran sungai. “Semua berharap agar bangli-bangli tersebut segera dibongkar,” tegas Saeful.

 

Namun, tantangan serius muncul dengan meningkatnya jumlah bangli di lapangan. Saeful mengungkapkan bahwa sejak tahun 2016, Perum Jasa Tirta II (PJT II) tidak lagi menerbitkan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) atau Surat Pengelolaan Izin Lingkungan (SPIL), tetapi kenyataannya bangunan liar justru semakin banyak seperti jamur di musim hujan.

 

Saeful menekankan pentingnya pembongkaran ini untuk mengembalikan fungsi aliran sungai sesuai peruntukannya. Namun, Ia juga mengajukan pertanyaan penting mengenai alokasi anggaran untuk penertiban tersebut. “Dari mana anggaran yang akan digunakan? BTT, PJT, atau sumber lainnya?,” di lansir portalkabar.com

 

Ia juga mencatat bahwa Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengalami kesulitan terkait anggaran untuk melakukan penertiban. “Satpol PP tidak memiliki anggaran untuk menertibkan bangli-bangli tersebut, atau mungkin kita bisa memanfaatkan BTT,” tambahnya.

 

Pandangan dan langkah yang diambil di Kabupaten Bekasi terkait penertiban bangli ini tentu memerlukan keseriusan serta perhatian dari semua pihak, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Kesepakatan mengenai sumber anggaran yang jelas dan perencanaan yang matang sangat penting untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan fungsi sumber daya air.

 

“Ke depannya, diharapkan warga Kabupaten Bekasi dapat berkontribusi dalam mengawasi dan menjaga keseimbangan alam di wilayah mereka serta mendukung upaya penertiban serupa, agar semua dapat berjalan sesuai harapan,” tutup Saeful.

 

Di lokasi berbeda M.Irysam Humas RAK ( Relawan Ade Kunang ) mengatakan bahwa terkait anggaran, Pemda dapat mengambil dari belanja anggaran yang tidak penting, yang seremonial, memanfaatkan dana CSR yang di kelola oleh Bapeda, dan menggandeng pihak pengusaha besar, demi mensukseskan program penertiban yang sudah menjadi fokus kerja Bupati Bekasi.

 

” Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, anggaran tidak cukup, semua kalangan masyarakat harus terlibat karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak, ” Ujar M.Irsyam. ( red )

Berita Terkait

Bupati dan Wakil Bupati Tebo Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026
Aster Kasdam XXI/Radin Inten Hadiri Apel Forkopimda di Lapangan Korpri Kantor Gubernur
Assalamualaikum Bang bantu di sebar dan diberitakan *Perkuat Ekonomi dan Hukum, Kunci Keberlanjutan Ketahanan Nasional*
Polres Serdang Bedagai Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026
Kapolres Rohil Hadiri Rakornas Pemerintahan Pusat dan Daerah 2026 di Bogor.
Perkembangan Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Pekerjaan Konstruksi Penataan Kawasan Waterfront City Pangaururan dan Kawasan Tele Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba TA.2022
Polres Tebo Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan 2026
Bupati Humbang Hasundutan bersama Forkopimda Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah..

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 21:11 WIB

Aster Kasdam XXI/Radin Inten Hadiri Apel Forkopimda di Lapangan Korpri Kantor Gubernur

Senin, 2 Februari 2026 - 21:05 WIB

Assalamualaikum Bang bantu di sebar dan diberitakan *Perkuat Ekonomi dan Hukum, Kunci Keberlanjutan Ketahanan Nasional*

Senin, 2 Februari 2026 - 21:00 WIB

Polres Serdang Bedagai Gelar Apel Pasukan Operasi Keselamatan Toba 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 20:36 WIB

Kapolres Rohil Hadiri Rakornas Pemerintahan Pusat dan Daerah 2026 di Bogor.

Senin, 2 Februari 2026 - 19:49 WIB

Perkembangan Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi Pekerjaan Konstruksi Penataan Kawasan Waterfront City Pangaururan dan Kawasan Tele Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba TA.2022

Berita Terbaru