MITRA MABES.COM//OKU Timur – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur kembali mencatatkan sejarah emas dalam pembangunan sumber daya manusia. Universitas Muhammadiyah OKU Timur resmi diluncurkan, menandai babak baru transformasi pendidikan tinggi di wilayah pedesaan yang kini bangkit menjadi pusat peradaban intelektual.
Prosesi launching digelar khidmat di Aula Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Desa Harjowinangun, Kecamatan Belitang, Kamis (22/1/2026). Momen bersejarah ini dihadiri tokoh nasional, pimpinan daerah, serta jajaran Muhammadiyah dari berbagai tingkatan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., secara langsung memberikan apresiasi atas perubahan status Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah OKU Timur menjadi universitas. Menurutnya, transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan lompatan strategis dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat.
“Transformasi ini adalah langkah penting untuk memperluas kesempatan belajar anak-anak bangsa. Dari kampus ini, kita harapkan lahir generasi Indonesia yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas Prof. Abdul Mu’ti.
Ia juga mendorong agar Universitas Muhammadiyah OKU Timur mampu menghadirkan program studi yang selaras dengan kebijakan nasional serta berpijak pada potensi lokal OKU Timur, sehingga kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin, dari kampus ini akan lahir kader-kader bangsa yang kelak memimpin Indonesia,” ujarnya optimistis.
Sementara itu, Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., menyebut kehadiran Universitas Muhammadiyah OKU Timur sebagai investasi jangka panjang yang sangat strategis bagi daerah. Menurutnya, universitas adalah kunci utama peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Ketika universitas tumbuh, Indeks Pembangunan Manusia ikut meningkat. Efek dominonya sangat besar, mulai dari ekonomi hingga kualitas hidup masyarakat. Ini adalah kebanggaan OKU Timur,” ungkap Lanosin.
Ia pun menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten OKU Timur untuk terus mendukung pengembangan pendidikan tinggi sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Di sisi lain, Rektor Universitas Muhammadiyah OKU Timur Dr. Didi Franzhardi, M.Pd., memaparkan perjalanan panjang institusi yang kini bertransformasi menjadi universitas. Kampus ini berdiri sejak 2019 sebagai STKIP dengan tiga program studi, sebelum akhirnya resmi menyandang status universitas pada Agustus 2024.
“Saat ini kami memiliki dua fakultas dengan tujuh program studi. Meski berada di wilayah pedesaan, atmosfer akademik di kampus ini sangat aktif dan progresif,” jelasnya.
Dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 1.500 orang, Universitas Muhammadiyah OKU Timur juga menargetkan pembukaan program pascasarjana pada 2027, sebagai langkah lanjutan penguatan mutu akademik.
Peluncuran Universitas Muhammadiyah OKU Timur menjadi simbol bahwa kemajuan pendidikan tidak lagi terpusat di kota besar. Dari Belitang, harapan baru tumbuh—mencetak generasi unggul, memperkuat daya saing daerah, dan membawa OKU Timur menuju masa depan yang lebih maju, berdaya, dan bermartabat.
Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Hendro Widodo, S.Pd., M.Pd., Kepala LLDIKTI Wilayah II Prof. Dr. Ishak Iskandar, M.Sc., Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan Ridwan Hayatuddin, S.H., M.H., serta para rektor perguruan tinggi Muhammadiyah dan tamu undangan lainnya.(Jhony)








