Bandar Lampung Mitra Mabes.Com –Oleh: SUSANTO SAMAN, Penyuluh dan Konselor P4GN DPD GRANAT Provinsi Lampung Senin, 8 Desember 2025 – hari kedua dari rangkaian “Pendidikan & Pelatihan Penyuluh Remaja Sebaya P4GN Tingkat SMA/SMK/MA se-Kota Bandar Lampung” yang diselenggarakan DPC GRANAT Kota Bandar Lampung bekerja sama dengan Pemkot Bandar Lampung dan BNN Provinsi Lampung.
Meski tugas saya sebagai pemateri sudah selesai sehari sebelumnya, saya memilih datang lagi hari ini. Ada perasaan yang sulit dijelaskan: saya ingin melihat sendiri bagaimana pesan yang kami sampaikan kemarin mulai meresap dan berubah menjadi tekad di mata anak-anak muda ini.
Dan ternyata, hari kedua jauh lebih membakar semangat.
Pemateri IV (DPD GRANAT Provinsi Lampung) membuka hari dengan materi Teknik Penyuluhan P4GN yang sangat praktis. Anak-anak diajak langsung berlatih: bagaimana membuka obrolan sensitif, bagaimana menawarkan bantuan tanpa menghakimi, dan bagaimana tetap tenang saat mendengar cerita yang berat. Saya tersenyum melihat mereka saling role-play dengan serius – ada yang pura-pura jadi “teman yang sedang tergoda” dan yang lain berlatih menjadi pendengar yang baik. Ruangan penuh tawa, tapi tawa yang membawa misi.
Sesi berikutnya, Pemateri V (DPC GRANAT Kota Bandar Lampung), membahas Perlindungan Hukum bagi Anak/Remaja Pelaku Tindak Pidana Narkotika. Banyak peserta yang awalnya takut salah langkah, kini mengangguk penuh keyakinan saat tahu bahwa undang-undang kita lebih memilih rehabilitasi daripada hukuman penjara bagi pengguna remaja. “Jadi kita bisa selamatkan temen tanpa takut dia langsung dipenjara, Kak?” tanya salah satu peserta. Jawaban “iya” dari pemateri disambut tepuk tangan spontan. Itu momen kecil, tapi sangat berarti.
Sorot mata anak-anak berubah total saat Pemateri dari Polresta Bandar Lampung (Pemateri VI) masuk ruangan. Beliau tidak hanya bicara statistik dan razia, tapi juga berkata tegas: “Kami di kepolisian bukan musuh kalian. Kami ada untuk melindungi kalian dari bandar narkoba.” Pertanyaan-pertanyaan kritis bermunculan, dan setiap jawaban beliau seperti menghancurkan tembok ketakutan yang selama ini ada.
Materi strategi pemulihan adiksi dari BNN Provinsi Lampung (Pemateri VII) menjadi pengingat bahwa otak remaja masih sangat bisa dipulihkan. Data ilmiah disampaikan dengan bahasa yang mudah dicerna, dan harapan disuntikkan lewat kalimat sederhana: “Belum terlambat untuk temanmu yang sedang pakai. Masih ada jalan pulang.”
Setelah serangkaian materi teknis dan hukum yang sangat padat, akhirnya tiba giliran Pemateri VIII dari DPD GRANAT Provinsi Lampung menyampaikan materi berjudul “Peran GRANAT dalam Upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)”.
Beliau tidak hanya berbicara tentang struktur organisasi atau sejarah GRANAT. Beliau membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: rasa memiliki.
“Dari Sabang sampai Merauke, ada ribuan orang yang memakai logo yang sama dengan yang kalian lihat di seragam kami hari ini,” ujarnya sambil menunjuk logo GRANAT di dadanya. “Mereka adalah keluarga kalian sekarang. Kalau kalian butuh dukungan, butuh teman diskusi, butuh bantuan saat menemukan kasus di sekolah kalian, cukup telepon atau WA nomor yang akan kami bagikan. Kami akan datang. Kalian tidak lagi sendirian.”
Ruangan langsung riuh. Bukan riuh karena gaduh, tapi riuh karena haru. Saya melihat ada yang saling pandang dengan mata berkaca-kaca. Mereka baru sadar: perjuangan melawan narkoba yang selama ini terasa berat dan menakutkan ternyata sudah punya “markas” yang siap membela mereka kapan saja.
Hari kedua ditutup dengan diskusi tentang manajemen organisasi oleh pemateri Alumni Paskibraka yang membuat anak-anak sadar: mereka tidak sendirian. Ada komunitas, ada organisasi, ada sistem yang mendukung mereka untuk terus bergerak.
Saat hari kedua ini berakhir, saya melihat wajah-wajah yang berbeda dari kemarin. Mereka tidak lagi hanya pendengar. Mereka sudah menjadi penyuluh – meski pelatihan masih ada satu hari lagi.
Besok adalah hari terakhir, hari penutupan, hari peneguhan.
Tapi bagi saya, api perlawanan sudah menyala terang hari ini.
Teruslah membara, anak-anak Bandar Lampung.
Kalian bukan lagi hanya pelajar.
Kalian adalah harapan pertama dan terakhir bagi teman-teman sebaya kalian di luar sana.
Bandar Lampung, 8 Desember 2025
Dari seorang konselor yang bangga menjadi saksi mata hari ini.
(Trimo Riadi)








