Ratusan Petani Indramayu Gelar Aksi, Desak Pemerintah Tuntaskan Reforma Agraria

Kamis, 13 Maret 2025 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INDRAMAYU, Mitramabes.com – Ratusan petani yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu (STI) turun ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait reforma agraria. Aksi ini dimulai di depan Kantor BPN/ATR Indramayu, Gedung DPRD Indramayu dan   berlanjut ke Pendopo Indramayu .Pada Rabu /12/03/2025

Dalam aksi ini, petani membawa tiga tuntutan utama yang mereka sebut Tiga Tuntutan Rakyat Tani ( TriTuraNi ), yaitu:

Reforma Agraria yang Berkeadilan
Petani mendesak pemerintah menjalankan reforma agraria sesuai amanat konstitusi dan Perpres Nomor 62 Tahun 2023. Mereka meminta agar kebijakan ini menjadi bagian penting dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ) Indramayu.

Penguatan Kelembagaan Petani
Massa aksi menyoroti pentingnya kelembagaan petani dalam sistem pertanian nasional, sebagaimana ditegaskan dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 87/PUU-XI/2013. Mereka berharap Undang-Undang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani benar-benar diterapkan untuk melindungi hak-hak petani.

Perbaikan Infrastruktur Irigasi
Persoalan irigasi menjadi perhatian utama, terutama bagi sawah tadah hujan yang sangat bergantung pada curah hujan. Petani menilai pemerintah belum memberikan perhatian serius terhadap infrastruktur pertanian, padahal Indramayu merupakan salah satu daerah lumbung padi nasional.

Salah satu orator aksi menegaskan bahwa petani tidak ingin sekadar mendengar janji, tetapi menuntut realisasi kebijakan yang berpihak kepada mereka.

“Kami ingin bukti nyata, bukan sekadar wacana. Reforma agraria harus dijalankan, kelembagaan petani diperkuat, dan irigasi segera diperbaiki agar pertanian lebih produktif,” tegasnya.

Aksi ini berlangsung dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Hingga saat ini, massa masih menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Indramayu, menunggu respons dari pemerintah daerah. Para petani berharap tuntutan mereka segera ditindaklanjuti demi kesejahteraan mereka dan masa depan pertanian Indramayu.

(Abid/Tim)

Berita Terkait

Polemik ulat dalam nasi MBG SMP negeri 1 sembawa siswa mengakuin, sekolah membanta
2 Bulan Tanpa Kepastian, RT dan RW Kertapati Mulai Bersuara: Insentif Dijanjikan, Realisasi Menghilang
Diduga Panglong/Sawmill Kayu Ilegal Kebal Hukum, Aktivitas “Illegal Loading” Bebas Beroperasi di Desa Rumbai Jaya
Waka Polres Nagan Raya Takziah ke Rumah Duka Almarhum Agus Salim, Tokoh Masyarakat dan Pendiri RKCA*
Talkshow “Ada Apa dengan Hutan Tapanuli?” Soroti Krisis Ekologis dan Peran Lintas Sektor Pasca Bencana
MUSREMBANG TINGKAT KECAMATAN LEMBAK kabupaten Muara Enim ( MEMBARA )
Pemkab Tapanuli Utara Dukung Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lewat Inacraft 2026.
Dinas Pendidikan Kabupaten Taput Laksanakan Kegiatan Tarauma Healing Untuk Pemulihan Psikologis Anak Pasca Bencana .

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:25 WIB

Polemik ulat dalam nasi MBG SMP negeri 1 sembawa siswa mengakuin, sekolah membanta

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:20 WIB

2 Bulan Tanpa Kepastian, RT dan RW Kertapati Mulai Bersuara: Insentif Dijanjikan, Realisasi Menghilang

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:24 WIB

Diduga Panglong/Sawmill Kayu Ilegal Kebal Hukum, Aktivitas “Illegal Loading” Bebas Beroperasi di Desa Rumbai Jaya

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:23 WIB

Waka Polres Nagan Raya Takziah ke Rumah Duka Almarhum Agus Salim, Tokoh Masyarakat dan Pendiri RKCA*

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:09 WIB

Talkshow “Ada Apa dengan Hutan Tapanuli?” Soroti Krisis Ekologis dan Peran Lintas Sektor Pasca Bencana

Berita Terbaru