Puluhan Tahun Terabaikan, Jalan Kayu Di Ogan Baru Ini Bikin Warga Merasa “Belum Merdeka”

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MITRA MABES.COM//PALEMBANG – Di tengah gencarnya pembangunan kota Palembang, masih ada potret pilu yang luput dari perhatian pemerintah. Sebuah jerambah atau jalan kayu sepanjang kurang lebih 300 meter di Lorong Kenari dan Lorong Melati, RT 31 RW 06, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, kondisinya kian memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga,Jum’at(16/1/2026).

 

Jalan kayu yang menjadi satu-satunya akses utama masyarakat itu kini tampak lapuk, berlubang, licin, dan rawan ambruk. Ironisnya, kondisi tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun, seolah tak pernah tersentuh pembangunan.

 

“Sudah lama sekali, Pak. Kami seperti belum merdeka,” ungkap seorang warga berinisial P, dengan nada kecewa.

Menurutnya, warga kerap melakukan swadaya untuk memperbaiki jerambah kayu tersebut. Namun upaya itu hanya bersifat sementara, karena keterbatasan dana dan material. Setiap musim hujan, kondisi jalan kembali rusak dan semakin membahayakan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu-ibu.

 

“Kalau malam hari atau hujan, sangat berisiko. Salah pijak sedikit bisa jatuh ke bawah,” tambahnya.

 

Tak hanya soal kenyamanan, jalan kayu tersebut juga menyangkut keselamatan dan martabat warga kota. Di saat wilayah lain menikmati jalan beton dan aspal mulus, warga di kawasan ini justru masih berjibaku dengan papan kayu tua yang bisa patah kapan saja.

 

Warga berharap Pemerintah Kota Palembang tidak hanya menerima laporan di atas meja, tetapi turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi nyata yang dialami masyarakat. Mereka menilai pembangunan yang adil harus menyentuh hingga lorong-lorong kecil, bukan hanya jalan protokol.

 

“Jangan tunggu ada korban dulu baru diperbaiki,” tegas warga.

 

Kini, jerambah kayu di Lorong Kenari dan Lorong Melati menjadi simbol ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan sebagian warga Palembang. Harapan pun menggantung, menunggu kepedulian nyata dari pemerintah agar jalan kayu itu berganti menjadi jalan yang layak, aman, dan manusiawi.

 

(Jhony)

Berita Terkait

Kabupaten Samosir Tempat Penganugerahan Desa Budaya Se-Indonesia, Bupati : Samosir menyimpan warisan budaya yang kuat dan hidup di tengah masyarakat 
Kapolres Samosir Makan Bersama Pelajar SDN 10 Lumban Suhi-suhi Toruan, Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Salurkan Bantuan
Kapolres Nganjuk Hadiri Peringatan HPN 2026, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Insan Pers
dankomrbrimob polri mohon doa masyarakat Indonesia untuk perjuangan kontingen di uae swat challenge 2026
Perkuat Kolaborasi Penegak Hukum, Kapolres Nganjuk Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri
Bupati Banyuasin Hadiri Kenal Pamit Kapolda Sumsel.
PJI: HPN 2026 Momentum Pers Jaga Integritas
Jatanras polda sumsel ringkus dua pelaku pencurian mobil Terios di Palembang

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:46 WIB

Kabupaten Samosir Tempat Penganugerahan Desa Budaya Se-Indonesia, Bupati : Samosir menyimpan warisan budaya yang kuat dan hidup di tengah masyarakat 

Senin, 9 Februari 2026 - 18:39 WIB

Kapolres Samosir Makan Bersama Pelajar SDN 10 Lumban Suhi-suhi Toruan, Tinjau Program Makan Bergizi Gratis dan Salurkan Bantuan

Senin, 9 Februari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Nganjuk Hadiri Peringatan HPN 2026, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Insan Pers

Senin, 9 Februari 2026 - 17:47 WIB

dankomrbrimob polri mohon doa masyarakat Indonesia untuk perjuangan kontingen di uae swat challenge 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 17:25 WIB

Perkuat Kolaborasi Penegak Hukum, Kapolres Nganjuk Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri

Berita Terbaru