Proyek Masjid Al-Wasii Universitas Lampung: Kontraktor Bermasalah, Finishing Terbengkalai

Minggu, 29 Desember 2024 - 20:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Lampung-Minggu, 29 Desember 2024 – Pembangunan Masjid Al-Wasii Universitas Lampung, yang seharusnya selesai pada akhir tahun anggaran 2024, justru menyisakan polemik besar.

Proyek bernilai Rp21,24 miliar yang dikerjakan oleh PT. Cipta Adhi Guna diduga mengalami banyak hambatan serius hingga terancam gagal memenuhi target waktu.

Proyek ini merupakan pekerjaan finishing dengan masa kontrak 150 hari kalender sejak 6 Agustus 2024. Namun, hingga saat ini, progres fisik baru mencapai 40-50%.

Hal ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dosen, hingga masyarakat sekitar.

Kontraktor Abal-Abal dan Investigasi Lokasi

Investigasi mendalam oleh wartawan Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) mengungkap bahwa PT. Cipta Adhi Guna, pelaksana proyek, ternyata memiliki alamat kantor yang mencurigakan.

Alamat perusahaan yang tercatat di Situmbuk, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, hanya berupa rumah biasa tanpa aktivitas perkantoran. Fakta ini menimbulkan tanda tanya besar terkait kredibilitas kontraktor.

Di lokasi proyek, suasana sepi terlihat jelas. Tidak ada papan informasi proyek yang terpasang, melanggar prinsip keterbukaan informasi publik.

Gerbang pagar sementara pun terkunci rapat, membatasi akses masuk. Beberapa sumber menyebutkan bahwa sejak Oktober hingga Desember, pekerja sering berganti tim akibat ketidakjelasan pembayaran gaji.

Sistem Pembayaran Buruk, Progres Tertahan

Seorang mandor yang enggan disebutkan namanya mengaku membawa 10 pekerjanya keluar dari proyek karena gaji mereka tak kunjung dibayar setelah dua minggu bekerja.

“Kami sudah menyelesaikan volume pekerjaan sesuai opname, tapi pembayaran tidak jelas. Akhirnya, kami berhenti,” ujar sang mandor.

Masalah pendanaan ini memperburuk progres proyek. Selain itu, minimnya jumlah pekerja di lapangan dan tidak adanya pengelolaan kerja dua shift semakin memperlambat penyelesaian.

Padahal, dengan nilai kontrak besar, proyek ini seharusnya dapat diselesaikan tepat waktu.

Desakan Pemeriksaan oleh BPK dan KPK

Melihat ketidaksesuaian ini, PWDPI mendesak agar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan.

Ada dugaan pengaturan tender yang melibatkan pihak-pihak dekat rektorat. Beberapa proyek di Universitas Lampung diduga menggunakan perusahaan “pinjaman nama” untuk memenangkan lelang, sementara pelaksanaan sebenarnya dikelola pihak lain.

“Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran di Universitas Lampung. BPK dan KPK perlu memeriksa Pokja lelang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan pihak rektorat terkait indikasi ketidakwajaran ini,” tegas salah satu wartawan investigasi PWDP

Masjid Al-Wasii, yang menjadi simbol pengembangan pendidikan karakter di Universitas Lampung, kini terancam terbengkalai. Masyarakat berharap agar proyek ini segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait, baik dalam penyelesaian fisik maupun penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran.

Proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal integritas pengelolaan anggaran pendidikan di negeri ini.

Akankah Masjid Al-Wasii akhirnya berdiri megah, atau justru menjadi monumen kegagalan pengelolaan proyek negara? Kita tunggu langkah nyata pemerintah dan penegak hukum. (Tim PWDPI).

Berita Terkait

Kapolda Aceh Hadiri Pelepasan Distribusi Bantuan Kemanusiaan Polri ke Aceh, Sumut, dan Sumbar*
Amukan si jaga merah Melalap 85% Perusahan Tapioka PT SPM 2
Sisa 32 Unit Huntara Alue Ie Mirah Di kebut 10 Hari BNPB Tambah Mitra
BNPB Tambah Mitra, Sisa 32 Unit Huntara Alue Ie Mirah Dikebut 10 Hari
Pabrik Tapioka PT Sinar Pematang Mulia 2 di Lampung Tengah Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 750 Juta
Sambut Ramadan 1447 H, Pemkab Nagan Raya Gelar Gerakan Pangan Murah.
Huntara di Pante Gaki Bale Belum Terwujud, Warga Kecewa
Ditemukan Sesosok Mayat Laki-laki di Pantai Laja’a Pasimarannu Selayar, Polisi Lakukan Identifikasi

Berita Terkait

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:05 WIB

Kapolda Aceh Hadiri Pelepasan Distribusi Bantuan Kemanusiaan Polri ke Aceh, Sumut, dan Sumbar*

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:57 WIB

Amukan si jaga merah Melalap 85% Perusahan Tapioka PT SPM 2

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:42 WIB

Sisa 32 Unit Huntara Alue Ie Mirah Di kebut 10 Hari BNPB Tambah Mitra

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:23 WIB

BNPB Tambah Mitra, Sisa 32 Unit Huntara Alue Ie Mirah Dikebut 10 Hari

Minggu, 15 Februari 2026 - 17:21 WIB

Pabrik Tapioka PT Sinar Pematang Mulia 2 di Lampung Tengah Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp 750 Juta

Berita Terbaru

NASIONAL

Amukan si jaga merah Melalap 85% Perusahan Tapioka PT SPM 2

Minggu, 15 Feb 2026 - 17:57 WIB