Polres Selayar Fasilitasi Pemakaman Yusuf di Jampea, Korban Pembunuhan Rekan Sendiri Asal Manado

Senin, 14 April 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selayar || MBS- Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Selayar turun tangan memfasilitasi pemakaman Yusuf Paulus (20 tahun), pemuda asal Manado yang tewas dibunuh rekan senegerinya di Pulau Jampea.

Jenazah korban akhirnya dimakamkan secara Islam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kembang Ragi, Minggu (13/4/2025), setelah keluarga menyetujui pemakaman di lokasi karena terkendala biaya pemulangan ke Sulawesi Utara.

Prosesi pemakaman berlangsung penuh khidmat dengan melibatkan personel Polsek Pasimasunggu, pemerintah setempat, Tokoh masyarakat dan Tokoh Agama setempat. Jenazah Yusuf yang semula disemayamkan di Puskesmas Benteng Jampea, dimandikan, dikafani, dan dishalatkan sebelum dimakamkan.

Kanit Reskrim Polsek Pasimasunggu, Aiptu Muhammad Ilyas, mengungkapkan keterlibatan emosional dalam proses ini.

“Keluarga korban di Manado meminta saya untuk video call agar bisa menyaksikan proses pemakaman. Ini sangat mengharukan bagi saya, karena bunyi tangis haru dari Keluarga yang jauh ” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Adnan Pandibu menyatakan, keputusan pemakaman di Jampea diambil setelah koordinasi intensif dengan keluarga.

“Kami menghormati keputusan keluarga dan memastikan prosesi berjalan sesuai syariat Islam,” tegasnya.

Fakta terungkap bahwa korban yang bernama lengkap Yusuf Paulus dan pelaku (inisial SE, 17 tahun) sama-sama berasal dari Manado dan merantau ke Selayar Sulawesi Selatan untuk bekerja sebagai penangkap babi hutan di Pasimasunggu. Tragedi ini dipicu adu mulut usai konsumsi sopi (minuman keras tradisional) di pelabuhan, yang berujung SE menikam Yusuf dengan samurai.

AKBP Adnan kembali mengingatkan masyarakat tentang bahaya minuman keras.

“Ini bukan kasus pertama yang dipicu miras. Kami imbau warga menghindari konsumsi alkohol berlebihan,” pesannya.

Pelaku SE kini ditahan di Rutan Polsek Pasimasunggu, sementara polisi mendalami motif dan kronologi lengkap.

Pemakaman Yusuf menutup kisah pilu korban kekerasan yang merantau jauh dari kampung halaman.( Ucok Haidir )

Berita Terkait

Warga Appatanah Temukan Buaya di Pantai Timur, Kapolres Selayar Himbau Warga Lebih Berhati-hati
Polres Selayar Galang Komunitas Kurir, Aplikasikan Program Polantas Mappattabe Dalam Ops Keselamatan 2026
Kasus Riki Agasi Makin Memanas: Korban yang Pernah Ditahan 44 Hari Kini Balik Menyerang, Ajukan Gugatan Besar ke PN Medan!
Diduga Galian C Tanah Timbun Milik Oknum G Abaikan Dampak Lingkungan, Jalan Umum Berdebu Tanpa Penyiraman
Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, S.E, M.Si Hadiri Asistensi Tata Kelola Pemanfaatan Pinjaman Daerah di Jakarta
Kapendam XXI/Radin Inten Gelar Doa Bersama Anak Yatim Piatu Dalam Rangka HUT Penerangan TNI AD Ke- 75
Korban Riki Agasi Melalui Kuasa Hukumnya Kembali Ajukan Tuntutan Atas Haknya Yang Telah dilakukan Penahanan Penetapan Tersangkah Oleh Polsek Medan Area Di ( PN ) Medan
Tingkatkan Profesionalisme, Polres Pagar Alam Gelar Uji Kemampuan Menembak Personel

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:51 WIB

Warga Appatanah Temukan Buaya di Pantai Timur, Kapolres Selayar Himbau Warga Lebih Berhati-hati

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:49 WIB

Polres Selayar Galang Komunitas Kurir, Aplikasikan Program Polantas Mappattabe Dalam Ops Keselamatan 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 18:16 WIB

Kasus Riki Agasi Makin Memanas: Korban yang Pernah Ditahan 44 Hari Kini Balik Menyerang, Ajukan Gugatan Besar ke PN Medan!

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:26 WIB

Diduga Galian C Tanah Timbun Milik Oknum G Abaikan Dampak Lingkungan, Jalan Umum Berdebu Tanpa Penyiraman

Selasa, 3 Februari 2026 - 16:50 WIB

Kapendam XXI/Radin Inten Gelar Doa Bersama Anak Yatim Piatu Dalam Rangka HUT Penerangan TNI AD Ke- 75

Berita Terbaru