Polemik ulat dalam nasi MBG SMP negeri 1 sembawa siswa mengakuin, sekolah membanta

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media mitra mabes

BANYUASIN, – Polemik dugaan adanya ulat dalam nasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Sembawa, Kabupaten Banyuasin, kian menguat. Di tengah bantahan pihak sekolah, sejumlah siswa justru mengakui bahwa kejadian tersebut memang terjadi dan sempat dilaporkan kepada guru.

 

 

 

Beberapa siswa yang ditemui secara terpisah menyatakan melihat langsung adanya benda mencurigakan (berupa ulat) pada nasi MBG milik salah satu siswa. Mereka mengungkapkan bahwa setelah temuan itu dilaporkan, pihak sekolah mengganti makanan dengan porsi baru.

 

“Memang ada, lalu dilapor ke guru, setelah itu diganti,” ujar salah satu siswa, yang meminta identitasnya dirahasiakan, pada selasa (03/02/2026)

 

Namun demikian, pihak SMP Negeri 1 Sembawa tetap bersikukuh tidak mengakui adanya kejadian tersebut. Sekolah menyatakan tidak menemukan indikasi ulat dalam makanan MBG dan menyebut tidak ada laporan resmi yang masuk ke manajemen sekolah.

 

Kontradiksi keterangan ini menimbulkan tanda tanya besar terkait sistem pengawasan dan mekanisme pelaporan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sekolah tersebut. Pasalnya, jika benar tidak ada kejadian, mengapa sejumlah siswa menyebut makanan sempat diganti?

 

Di sisi lain, upaya konfirmasi kepada pihak penyedia makanan atau dapur MBG justru menemui jalan buntu. Wartawan mengaku ditolak saat hendak melakukan konfirmasi, bahkan mendapat perlakuan tidak kooperatif ketika menjalankan tugas jurnalistik. Sikap tertutup ini semakin memicu sorotan publik terhadap transparansi pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan kesehatan peserta didik.

 

Sejumlah wali murid menyayangkan sikap tertutup pihak-pihak terkait. Mereka menilai bantahan tanpa disertai penjelasan terbuka dan pemeriksaan independen justru berpotensi menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

 

 

“Kalau memang tidak ada masalah, seharusnya dibuka saja secara terang. Ini menyangkut makanan anak-anak,” ujar salah satu wali murid.

 

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia makanan MBG maupun instansi pengawas terkait, seperti dinas pendidikan dan dinas kesehatan. Publik kini menanti langkah evaluasi menyeluruh dan klarifikasi terbuka agar Program Makan Bergizi Gratis benar-benar berjalan sesuai tujuan, bukan justru menyisakan polemik dan keraguan.

 

Media akan terus melakukan upaya konfirmasi lanjutan kepada seluruh pihak terkait.

 

(Rusdi )

Berita Terkait

Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Murwoto Pimpin Apel Siang di Polres Lebak: Wujudkan Disiplin dan Profesionalisme Anggota Polri
2 Bulan Tanpa Kepastian, RT dan RW Kertapati Mulai Bersuara: Insentif Dijanjikan, Realisasi Menghilang
Diduga Panglong/Sawmill Kayu Ilegal Kebal Hukum, Aktivitas “Illegal Loading” Bebas Beroperasi di Desa Rumbai Jaya
Waka Polres Nagan Raya Takziah ke Rumah Duka Almarhum Agus Salim, Tokoh Masyarakat dan Pendiri RKCA*
Talkshow “Ada Apa dengan Hutan Tapanuli?” Soroti Krisis Ekologis dan Peran Lintas Sektor Pasca Bencana
MUSREMBANG TINGKAT KECAMATAN LEMBAK kabupaten Muara Enim ( MEMBARA )
Pemkab Tapanuli Utara Dukung Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lewat Inacraft 2026.
Dinas Pendidikan Kabupaten Taput Laksanakan Kegiatan Tarauma Healing Untuk Pemulihan Psikologis Anak Pasca Bencana .

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:19 WIB

Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Murwoto Pimpin Apel Siang di Polres Lebak: Wujudkan Disiplin dan Profesionalisme Anggota Polri

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:25 WIB

Polemik ulat dalam nasi MBG SMP negeri 1 sembawa siswa mengakuin, sekolah membanta

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:20 WIB

2 Bulan Tanpa Kepastian, RT dan RW Kertapati Mulai Bersuara: Insentif Dijanjikan, Realisasi Menghilang

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:23 WIB

Waka Polres Nagan Raya Takziah ke Rumah Duka Almarhum Agus Salim, Tokoh Masyarakat dan Pendiri RKCA*

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:09 WIB

Talkshow “Ada Apa dengan Hutan Tapanuli?” Soroti Krisis Ekologis dan Peran Lintas Sektor Pasca Bencana

Berita Terbaru