example banner

Perjalanan Spiritual Ustad Katori Menuju Mekkah Berakhir di Batam, Memilih Pulang ke Indramayu

INDRAMAYU, Mitramabes.com – Perjalanan panjang dan penuh makna yang ditempuh Ustad Katori, seorang pria asal Indramayu yang memulai misi spiritual dengan bersepeda ontel menuju Mekkah, harus berakhir di Batam. Setelah mengayuh sepeda sejauh ratusan kilometer selama 33 hari, Ustad Katori memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya di Indramayu, meskipun awalnya ia berniat untuk menyelesaikan perjalanan hingga Tanah Suci.

Perjalanan yang dimulai pada Kamis, 20 Februari 2025, dari Desa Segeran, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu kisah inspiratif yang banyak menarik perhatian. Keberanian Ustad Katori untuk menunaikan ibadah haji dengan cara yang tidak biasa ini, melalui perjalanan sepeda, tidak hanya menguji ketahanan fisiknya, tetapi juga menunjukkan kekuatan niat dan keyakinan yang mendalam.

Namun, meskipun ia telah menempuh perjalanan yang sangat panjang, Ustad Katori memutuskan untuk berhenti di Batam dan kembali ke Indramayu. Penyebab pasti dari keputusan tersebut belum diungkapkan secara terbuka, namun yang jelas, ia akan melanjutkan perjalanan kembali ke kampung halaman menggunakan Kapal Kelud, yang akan membawanya dari Batam menuju Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Selama berada di Batam, Ustad Katori mendapatkan sambutan hangat dari komunitas warga Indramayu yang tinggal di kota tersebut. Mereka tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memberikan bantuan praktis untuk kelancaran perjalanannya. Solidaritas yang ditunjukkan oleh masyarakat Indramayu di Batam adalah bukti nyata dari rasa persaudaraan yang kuat di antara sesama perantau.

Kisah perjalanan Ustad Katori ini menyisakan banyak pelajaran berharga tentang tekad, keyakinan, dan semangat untuk menjalani hidup dengan penuh makna. Meskipun perjalanan spiritualnya terhenti lebih cepat dari yang direncanakan, semangat dan niat tulus yang ia bawa tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang, baik di Indramayu maupun di seluruh Indonesia.

Kini, Ustad Katori bersiap untuk kembali ke rumahnya, dan perjalanan ini tetap menjadi cerita yang akan dikenang oleh banyak orang. Harapan terbaik pun terus menyertai langkahnya, semoga perjalanan selanjutnya akan membawa banyak berkah dan kebahagiaan.

Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung perjalanan beliau, khususnya kepada warga Indramayu di Batam yang telah memberikan bantuan dan perhatian selama perjalanan berlangsung. Sebuah contoh yang mengingatkan kita akan pentingnya dukungan antar sesama, terutama dalam perjalanan hidup yang penuh makna.

(Abid/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *