Mitramabes.com – Nganjuk — Kehadiran Jembatan Gantung Perintis Garuda di Dusun Ngronggo, Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk menjadi wujud nyata kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam menghadirkan pembangunan yang berdampak langsung bagi kehidupan warga desa.
Pembangunan jembatan yang diawali pada Tgl 16 Januari 2026 tersebut digagas oleh jajaran Kodim 0810/Nganjuk di bawah kepemimpinan Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh Mohamad Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., serta mendapat dukungan penuh dari Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, S.I.P., M.I.P.
Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara bersama-sama melalui semangat gotong royong, melibatkan personel TNI, pemerintah desa, dan partisipasi aktif masyarakat. Kebersamaan tersebut menjadi cerminan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendorong pembangunan wilayah pedesaan.
Kepala Desa Bagor Wetan, Drs. Sugeng Anto, mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi atas terbangunnya jembatan yang selama ini dinantikan warga. Ia menilai fasilitas tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya para petani yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk membawa hasil pertanian.
Secara fungsi, Jembatan Gantung Perintis Garuda kini menjadi akses vital yang menghubungkan Dusun Kentingan, Desa Puh Kerep, Kecamatan Rejoso dengan Dusun Ngronggo, Desa Bagor Wetan, Kecamatan Sukomoro. Sebelumnya, jalur penghubung antarwilayah tersebut kerap sulit dilalui, terlebih saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Dandim 0810/Nganjuk menyampaikan bahwa pembangunan jembatan merupakan bentuk pengabdian TNI dalam membantu masyarakat sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah.
Senada dengan hal tersebut, Danrem 081/DSJ menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas pertahanan, tetapi juga berperan aktif dalam membantu pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan warga hingga ke pelosok desa.
Kini, dengan berdirinya Jembatan Gantung Perintis Garuda, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan aman. Akses yang sebelumnya terbatas berubah menjadi jalur penghubung yang mendukung aktivitas sosial maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Masyarakat pun diharapkan dapat menjaga serta merawat jembatan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Mitramabes.com Jurnalis Nganjuk Jomsen Silitonga










