MITRA MABES .COM//PALEMBANG – Penguatan stabilitas sosial dan pencegahan konflik horizontal kini menjadi perhatian serius sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) di Sumatera Selatan. Kesadaran bahwa perbedaan tidak boleh berujung gesekan mendorong lahirnya komitmen bersama lintas organisasi untuk menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat,Minggu(8/2/2026).
Pembina Ormas Harimau Sumatera Bersatu, Diky Haitami, menegaskan pentingnya kolaborasi antarormas sebagai fondasi utama menjaga kohesi sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
Menurutnya, konsolidasi lintas organisasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan kebutuhan strategis demi memastikan situasi daerah tetap aman dan kondusif.
“Ormas memiliki peran penting dalam menjaga kohesi sosial. Komunikasi dan sinergi lintas organisasi menjadi kunci mencegah konflik horizontal yang berpotensi merugikan masyarakat dan daerah,” ujar Diky.
Ia menambahkan, sinergi yang dibangun harus dilandasi kesadaran hukum, etika organisasi, serta komitmen kebangsaan yang kuat.

“Ormas harus menjunjung tinggi supremasi hukum serta menjadi mitra konstruktif pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum,” tegasnya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui forum silaturahmi lintas organisasi yang digelar di Kota Palembang. Dalam forum itu, Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan, PMPB, Pemuda Pancasila, serta Harimau Sumatera Bersatu duduk bersama menegaskan sikap bersama menjaga keamanan, ketertiban umum, dan kohesi sosial masyarakat.
Forum ini dipandang sebagai langkah konsolidatif untuk memperkuat komunikasi antarorganisasi sekaligus mencegah potensi gesekan di lapangan. Para peserta sepakat bahwa ormas memiliki peran strategis sebagai pilar pendukung stabilitas daerah maupun nasional.
Pimpinan Forum Cakar Sriwijaya Sumatera Selatan menekankan bahwa perbedaan identitas organisasi tidak boleh menjadi sumber konflik.
“Ormas memiliki tanggung jawab konstitusional untuk menjaga persatuan dan ketertiban masyarakat. Perbedaan latar belakang organisasi harus menjadi kekuatan sosial, bukan pemicu perpecahan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan PMPB, yang menyatakan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan koordinasi lintas organisasi.
“Setiap persoalan di lapangan harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah. PMPB berkomitmen menjaga stabilitas dan tidak membenarkan segala bentuk kekerasan,” katanya.
Sementara itu, Pemuda Pancasila menegaskan dukungannya terhadap terciptanya ketertiban umum dan perdamaian sosial melalui pendekatan persuasif.
“Pemuda Pancasila berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Setiap dinamika harus disikapi secara dewasa dan mengedepankan musyawarah,” ujar perwakilannya.
Dalam forum tersebut, seluruh pihak menyepakati sejumlah prinsip bersama, di antaranya menolak segala bentuk bentrokan dan kekerasan antarorganisasi, mengedepankan dialog dalam penyelesaian persoalan, siap bersinergi menjaga kondusivitas wilayah, serta mendukung penegakan hukum terhadap oknum yang mencederai nama baik organisasi kemasyarakatan.
Forum silaturahmi ini diharapkan menjadi model penguatan kohesi sosial berbasis komunikasi dan kolaborasi. Lebih dari itu, pertemuan ini menegaskan kembali bahwa organisasi kemasyarakatan bukan sumber konflik, melainkan bagian penting dari solusi dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan nasional.
(Jhony)










