Musrenbang RKPD 2024, Bupati Tapsel Tegaskan Setiap Kegiatan

Sabtu, 11 Maret 2023 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAPSEL – Mitramabes.com-Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H Dolly Pasaribu menegaskan setiap kegiatan pembangunan agar fokus pada peningkatan sosial ekonomi masyarakat,

kualitas kesehatan dan SDM serta peningkatan UMKM dan pariwisata, tegas Dolly saat menghadiri Musyawarah PerencanaanPembangunan

(Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2024 di Aula Dinas Bappeda Tapsel, pada Kamis 09/03/2023

Terkait stunting, kata Bupati Dolly, kewaspadaan ada pada balita mulai sejak 0 bulan hingga 59 bulan. Namun stunting itu tidak terjadi serta merta.

Sebagaimana penjelasan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI Prof. Muhadjir Effendy melalui virtual kemarin,

katanya kewaspadaan dilakukan sejak anak-anak, remaja putri, calon pengantin, masa kehamilan, nifas dan melahirkan.

Artinya stunting bukan isu tren yang penyebabnya ujug-ujug muncul sekarang ini. Karena penyebab mendasar yakni, tempat tinggal yang tidak layak huni, lingkungan yang kumuh, tidak tersedianya air bersih, kurangnya persediaan sanitasi, dan tidak adanya jamban.

“Stunting yang merupakan isu Nasional, membuat pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota untuk seragam dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.

Berkaitan dengan stunting, dalam kesempatan itu Bupati Dolly mengajak para perusahaan, pegiat lingkungan, yang terlibat kedalam mitranya pemerintah untuk bersinergi mengurangi dan mencegah terjadinya stunting.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, harus didukung para mitra pemerintah dan stakeholders yang ada, seperti perusahaan, pecinta lingkungan untuk turut andil peran dalam pencegahanstuntingini,”ajaknya.

Disamping pencegahan stunting, seperti halnya pertanian, pendidikan, kesehatan, Dolly berharap fokus pembangunan bermuara pada antisipasi stunting.

“Selain fokus stunting, maka kita arahkan sektor pertanian, pendidikan, dan kesehatan, semua sektor tersebut mampu menurunkan stunting. Dan penggerak utamanya adalah para pemuda kita,” harapnya.

“Hal ini juga sudah saya intruksikan 1
kepada para kades, camat, dan OPD terkait untuk giat mengajak para warga desanya menanam Toga,

memanfaatkan pekarangan rumah, membuat kelompok-kelompok budidaya ikan dan sebagainya, gunanya untuk produktivitas pemuda Tapsel, sehingga membuat masyarakat sehat,

dan apabila terkena penyakit tidak mesti ke dokter akan tetapi bisa diatasi dengan tanaman Toga itu tadi,” ungkapnya. (M. Harahap)

Berita Terkait

Beredar Kembali Modus Penipuan Mengatas Namakan Para Pejabat Publik.
Kuasa Hukum Korban Minta Kepastian Hukum Terkait Dugaan Kasus Pelecehan,
UD Jeremi Klarifikasi Penjualan Pupuk Subsidi, Sebut Berdasarkan Kesepakatan dengan Petani
Kombes Pol M. Faishal Aris Buka Akses Mako Satbrimob untuk Atasi Kemacetan Total
Lima yunit Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Baru kecamatan Rambutan kabupaten Banyuasin,
*Sambut Kajati Sumsel, Kapolres Pagar Alam Turun ke Lahan Jagung Dempo Tengah*
Ka. Wilker KSOP Selat Belia: Aktivitas Penambangan Pasir Laut di Selat Belia Tidak Beroperasi Lagi
Ka. Wilker KSOP Selat Belia: Aktivitas Penambangan Pasir Laut di Selat Belia Tidak Beroperasi Lagi

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 20:09 WIB

Beredar Kembali Modus Penipuan Mengatas Namakan Para Pejabat Publik.

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:16 WIB

Kuasa Hukum Korban Minta Kepastian Hukum Terkait Dugaan Kasus Pelecehan,

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:45 WIB

Kombes Pol M. Faishal Aris Buka Akses Mako Satbrimob untuk Atasi Kemacetan Total

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:06 WIB

Lima yunit Bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Baru kecamatan Rambutan kabupaten Banyuasin,

Rabu, 28 Januari 2026 - 16:58 WIB

*Sambut Kajati Sumsel, Kapolres Pagar Alam Turun ke Lahan Jagung Dempo Tengah*

Berita Terbaru