Miris! 427 Siswa SMK YPI 2 Way Jepara Terancam Putus Sekolah

Senin, 14 Juli 2025 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lampung Timur Mitra Mabes.Com  – Polemik berkepanjangan yang terjadi di SMK YPI 2 Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, telah mengganggu proses belajar mengajar dan mengancam masa depan 427 siswa dan siswi aktif di sekolah tersebut.

 

Tim media Mitra Mabes bersama wartawan senior Drs. Chairudin, yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI, melakukan kunjungan langsung ke sekolah yang berlokasi di Desa Labuhan Ratu Satu, Kecamatan Way Jepara. Mereka menemukan bahwa aktivitas belajar mengajar nyaris tidak terlihat sejak awal tahun 2025.

 

Keterangan mengejutkan disampaikan oleh Nurhadi, yang dikenal sebagai Wakil Kepala Sekolah, Bendahara BOS, dan staf administrasi sekolah. Ia menyebut bahwa sekolah tersebut telah berganti nama menjadi Islam Tunas Bangsa (ITB), meskipun belum ada legalitas resmi yang diakui, sebagaimana ditegaskan oleh LBH Sopyan Subing.

 

> “Pada tahun 2024, kami meluluskan 273 siswa dan siswi. Untuk jumlah pastinya saya lupa,” kata Nurhadi. Ketika ditanya mengenai 427 siswa kelas X dan XI, ia hanya menjawab singkat: “Silakan tanya kepada kepala sekolah yang baru, Sumarwan.” Ia juga mengaku tidak melihat aktivitas siswa sejak Januari hingga Juli 2025.

 

 

 

Keterangan tersebut dinilai tidak masuk akal dan memperlihatkan lemahnya kepedulian terhadap nasib siswa. Tak puas dengan jawaban itu, tim media melanjutkan investigasi dan menemui Sumarwan, yang disebut-sebut sebagai kepala sekolah baru.

Sumarwan justru membantah pernyataan Nurhadi dengan tegas.

>“Itu ngawur! Saya beberapa kali mencoba masuk ke sekolah tapi ditolak. Gerbang ditutup, saya tidak diterima masuk. Sekarang malah saya yang disuruh menjawab soal siswa? Saya belum bisa menjalankan tugas saya sebagai kepala sekolah secara efektif,” ujar Sumarwan dengan nada kesal.

Polemik yang terjadi ini menjadi keprihatinan mendalam bagi media, LSM, dan LBH. Ketidakjelasan manajemen, dualisme kepemimpinan, serta sengketa legalitas sekolah membuat ratusan siswa terkatung-katung tanpa kepastian pendidikan.

Pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, didesak segera turun tangan dan mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan hak pendidikan 427 siswa yang saat ini menjadi korban konflik internal.

> “Ini menyangkut masa depan anak-anak. Jangan biarkan kepentingan pribadi mengorbankan pendidikan. Di mana hati nurani para pendidik yang disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa?” pungkas pewarta Mat GeBu

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Pencanangan Gerakan Pangan Murah untuk Meningkatkan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan
BERSAMA USKUP AGUNG MEDAN, BUPATI SAMOSIR TEKEN PRASASTI GEREJA KATOLIK STASI KRISTUS RAJA SANGKAL
Bupati Arie Dukung Sepenuh nya Bengkulu Utara Expo 2025 yang dilaksanakan Secara Mandiri.
Munir Menang Telak di Kongres PWI 2025, Janjikan Rekonsiliasi dan Pers Satu Marwah
Mantan Ketua DPW LSM Penjara Uji Aceh” Kedaulata Ada Di Tangan Rakyat”
Polres Samosir Gelar Shalat Gaib untuk Almarhum Driver Ojek Online Affan Kurniawan
Kapolres Samosir Memimpin Patroli Skala Besar Untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas Disituasi Nasional Saat Ini

Berita Terkait

Minggu, 31 Agustus 2025 - 22:34 WIB

Bupati Humbang Hasundutan Hadiri Pencanangan Gerakan Pangan Murah untuk Meningkatkan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Pangan

Minggu, 31 Agustus 2025 - 20:12 WIB

BERSAMA USKUP AGUNG MEDAN, BUPATI SAMOSIR TEKEN PRASASTI GEREJA KATOLIK STASI KRISTUS RAJA SANGKAL

Minggu, 31 Agustus 2025 - 20:07 WIB

Minggu, 31 Agustus 2025 - 19:54 WIB

Bupati Arie Dukung Sepenuh nya Bengkulu Utara Expo 2025 yang dilaksanakan Secara Mandiri.

Minggu, 31 Agustus 2025 - 17:00 WIB

Munir Menang Telak di Kongres PWI 2025, Janjikan Rekonsiliasi dan Pers Satu Marwah

Berita Terbaru