Aceh Timur – Mitra mabes.com
Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M tinggal menghitung hari,suasana harap dan cemas menyelimuti sejumlah warga terdampak bencana di pedalaman Kecamatan Pante Bidari,Aceh Timur.
Di tengah persiapan masyarakat menyambut lebaran, mereka justru masih menanti kepastian untuk bisa menempati pembangunan hunian sementara (huntara) yang dijanjikan pemerintah.
Sejumlah keluarga yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat bencana, hingga kini masih bertahan di tenda darurat maupun menumpang di rumah kerabat. Kondisi tersebut tentu jauh dari kata nyaman, terlebih saat memasuki bulan suci Ramadan yang seharusnya menjadi momen penuh kebersamaan.
“Harapan kami sederhana, sebelum lebaran sudah ada huntara yang bisa ditempati. Supaya anak-anak bisa merasakan suasana Idul Fitri dengan lebih layak,”tutur salah satu warga yang terdampak dengan mata berkaca-kaca,Selasa 3/3/2026.
Pembangunan huntara dinilai sangat mendesak, tidak hanya sebagai tempat berlindung sementara, tetapi juga untuk memulihkan psikologis warga, terutama anak-anak dan lansia. Kehadiran hunian sementara akan memberikan rasa aman serta kepastian di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih.
Pemerintah daerah sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk mempercepat proses pembangunan huntara, termasuk penyediaan lahan dan material. Namun, warga berharap realisasi di lapangan dapat dipercepat mengingat waktu menuju Idul Fitri semakin dekat.
Selain itu, masyarakat juga berharap adanya kejelasan terkait pembangunan hunian tetap (huntap) agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Transparansi dan komunikasi yang intensif dinilai penting agar warga tidak terus diliputi ketidakpastian.
Menjelang takbir berkumandang, doa-doa dipanjatkan agar pemerintah dan semua pihak terkait dapat bergerak lebih cepat. Bagi mereka, lebaran bukan sekadar tentang pakaian baru atau hidangan istimewa, melainkan tentang tempat berteduh yang aman dan layak untuk kembali memulai kehidupan.
Pak nek.









