Masyarakat Desa Liberia Kecewa Dengan Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab, Tuntut Segera Dipublikasikan Demi Kepastian Hukum.

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sergai – MBS – Masyarakat Desa Liberia Kecamatan Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara, kecewa karena tidak dipublikasikannya hasil lab yang telah dikeluarkan oleh pihak DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Sergai, dan menuntut segera dipublikasikan hasil lab dan transparansi DLH dan Polres Sergai terkait hasil uji laboratorium sampel limbah yang diduga mencemari aliran parit perkebunan Tanah Raja hingga ke sungai Liberia, Kamis (12/02/2026).
Meskipun ikan – ikan ditemukan mati massal, hasil lab yang kabarnya sudah keluar namun hingga saat ini belum juga dipublikasikan, sehingga menimbulkan dugaan adanya “skenario” penutupan kasus.
Pencemaran diduga kuat berasal dari limbah cair dua kilang ubi yang beroperasi di Dusun 5 Kampung Pulo milik Galiong/Amin dan di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai yang dijalankan Badol. Warga mendapati ikan sapu – sapu dan berbagai jenis ikan lokal mati massal dan mengapung di aliran parit perkebunan Tanah Raja hingga ke sungai Liberia pada Januari 2026 lalu.
Investigasi lapangan menunjukkan air di aliran parit perkebunan Tanah Raja hingga sungai Liberia berwarna keruh dan berbau menyengat, dan memicu kematian biota air akibat diduga mengandung kaporit dan senyawa sianida alami (glikosida sianogenik) hasil dari pengolahan kilang ubi.
Warga masyarakat Desa Liberia sebelumnya telah mengawal pengambilan sampel air oleh pihak DLH dan Polres Sergai dan hasil laboratoriumnya telah keluar pada hari Senin 09 Februari, tetapi belum juga dipublikasikan kepada publik.
“Kami mencium adanya skenario untuk melindungi pemilik kilang ubi, karena, mengapa hasil lab yang ditunggu – tunggu masyarakat tidak kunjung diumumkan? Ini limbah sudah sangat jelas merusak lingkungan dengan ditemukannya ribuan ikan pada mati,” Ujar salah seorang warga Desa Liberia yang tidak ingin disebutkan identitasnya pada awak Media pada hari Rabu (11/02/2026).
Karena sudah jelas, sambungnya, ribuan ikan pada mabok pada saat itu yang di ambil masyarakat, mungkin ada sekitar ratusan kg, saya aja dikasih dari kawan dan saya bagi lagi sama tetangga sangking banyaknya, dan ada juga kawan yang menjualnya sekitar 20 Kg, ke Desa sebelah serta banyak masyarakat yang lainnya pada dapat ikan pada waktu itu.
Saya secara pribadi sangat yakin itu karena limbah, karena pada saat membersihkan ikannya untuk dimasak, pada insangnya sangat berbau menyengat seperti bau limbah, dan pada kejadian kali ini, sepertinya ini yang sangat parah, dari yang sebelum – sebelumnya juga sudah pernah terjadi, “Terangnya.”
Makanya kami juga heran, mengapa hasil lab nya tidak dipublikasikan, sementara kami selama ini menunggu apa hasil lab nya, biar jelas dan tidak menjadi spekulasi di masyarakat serta demi kepastian hukum, seandainya negatif bukan karena limbah kilang ubi, tentu harus dijelaskan karena faktor apa yang menyebabkan ribuan ikan pada mati.
Namun, jika positif karena limbah kilang ubi, maka harus diproses baik secara pidana maupun perdata, bahkan sampai penutupan paksa kilang ubi tersebut, agar tidak mencemari lingkungan air yang lebih parah lagi, maka dari itu kami sangat berharap agar hasil laboratoriumnya itu segera dipublikasikan biar jelas dan demi kepastian hukumnya, “Harapnya.”
Apa yang menjadi harapan masyarakat Desa Liberia tersebut, tentu juga menjadi harapan dari masyarakat lainnya, seperti masyarakat yang berada di sekitaran pabrik kedua kilang ubi tersebut, karena mereka juga tidak ingin tercemari lingkungannya khususnya lingkungan air.
Tindakan tegas seperti penutupan saluran limbah/ penghentian produksi, jika kedua kilang ubi tersebut terbukti melanggar baku mutu, sesuai UU No. 32 Tahun 2009, dan pihak kepolisian melakukan investigasi lebih lanjut mengenai adanya indikasi tindak pidana lingkungan hidup. (Syahrial).

Berita Terkait

Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab yang Telah Keluar, Integritas DLH Sergai dan Polres Sergai Dipertaruhkan.
Dinas Pertanian Sergai Diduga Terima Proyek Pintu Air Irigasi Sei Rejo yang Terlihat ” Asal Jadi dan Tidak Sesuai Spesifikasi.”
“Hasil Lab Dari DLH Sergai Telah Keluar, Namun Belum Dipublikasikan, Diduga Ada Skenario.”
Proyek Sumur Bor Irigasi Tanah Dangkal di Sei Rejo Diduga Jadi Bancakan Korupsi dan Tidak Efektif, Dedy Iskandar Kadis Pertanian Bungkam Saat Dikonfirmasi.
Proyek Pengadaan Pintu Air Irigasi di Desa Sei Rejo Terlihat Asal Jadi dan Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi.
Pengadaan Sumur Pompa Irigasi Tanah Dangkal di Desa Sei Rejo Diduga di Korupsi dan Tidak Efektif Sehingga Menjadi Proyek Sia – sia.
Proyek Pengerjaan Sekolah Rakyat di Sergai Diduga Menggunakan Solar Subsidi.
Kebun Adolina Diduga Tidak Serius dan Tanggap Dalam Menyikapi Permentan No.18 Tahun 2021 Tentang FPKM.

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:57 WIB

Masyarakat Desa Liberia Kecewa Dengan Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab, Tuntut Segera Dipublikasikan Demi Kepastian Hukum.

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:06 WIB

Tidak Dipublikasikannya Hasil Lab yang Telah Keluar, Integritas DLH Sergai dan Polres Sergai Dipertaruhkan.

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:38 WIB

Dinas Pertanian Sergai Diduga Terima Proyek Pintu Air Irigasi Sei Rejo yang Terlihat ” Asal Jadi dan Tidak Sesuai Spesifikasi.”

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:46 WIB

“Hasil Lab Dari DLH Sergai Telah Keluar, Namun Belum Dipublikasikan, Diduga Ada Skenario.”

Senin, 9 Februari 2026 - 08:20 WIB

Proyek Sumur Bor Irigasi Tanah Dangkal di Sei Rejo Diduga Jadi Bancakan Korupsi dan Tidak Efektif, Dedy Iskandar Kadis Pertanian Bungkam Saat Dikonfirmasi.

Berita Terbaru