Manager Kebun Rambutan Bungkam Saat Dikonfirmasi Secara Resmi, Terkait Karyawan Memanen Dibawah Jaringan Listrik SUTM Tidak Menggunakan APD.

Kamis, 26 Februari 2026 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sergai –  MBS – Pemanen kelapa sawit di area Kebun Rambutan diduga bertaruh nyawa dalam bekerja karena memanen sawit dibawah jaringan listrik SUTM ( Saluran Udara Tegangan Menengah) tanpa menggunakan APD dengan lengkap dan benar yang sesuai dengan standar keselamatan kerja (K3). Berdasarkan pantauan dilapangan, para pekerja nekat melakukan aktivitas panen dibawah jaringan listrik tanpa APD, di Afdeling VII Kebun Rambutan, tepatnya di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Sergai di pinggir Jalinsum Medan – T. Tinggi.

Pemandangan ini menunjukkan minimnya pengawasan management Kebun Rambutan terhadap potensi risiko tinggi. Pemanen terlihat hanya menggunakan pakaian biasa dan sepatu boots tanpa menggunakan helm pengamanan (safety helmet), kaca mata, sarung tangan khusus, dan fiberglass spesial untuk memanen dibawah jaringan listrik.

Terkait temuan bahaya K3 ini, upaya konfirmasi resmi telah dilakukan oleh awak Media melalui surat tertulis yang ditujukan kepada Manager Kebun Rambutan, pada hari Jum’at, 20 Februari. Surat konfirmasi tersebut mempertanyakan komitmen perusahaan terhadap keselamatan kerja, pengawasan ancak (blok) panen, dan mengapa pekerja dibiarkan memanen di area berbahaya tanpa APD yang memadai.

Namun, hingga berita ini diturunkan, Manager Kebun Rambutan memilih untuk bungkam dan tidak memberikan respon maupun tanggapan atas surat resmi tersebut. Sikap ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap potensi kecelakaan kerja fatal.

Kasus pemanen dibawah jaringan listrik SUTM, tanpa APD telah beberapa kali memakan korban jiwa diberbagai wilayah perkebunan sawit, dimana pekerja tewas tersengat listrik saat alat panen menyentuh kabel listrik, makanya sesuai SOP perusahaan diwajibkan mengunakan APD yang lengkap dan benar, ketika memanen dibawah jaringan listrik, guna menghindari resiko kesetrum yang bisa mengakibatkan kematian.

” Karyawan terpaksa memanen di area tersebut demi mengejar produksi. Namun resiko disengat listrik tegangan tinggi tidak dihiraukan pihak management Kebun Rambutan, terbukti tidak adanya APD yang lengkap dan benar diberikan kepada pemanen, sehingga nyawa menjadi taruhannya bagi pemanen, ditambah lagi tidak adanya Mandor dilokasi kerja guna sebagai pengawasan jikalau ada terjadi sesuatu, “Ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan identitasnya.”

Ketidaksediaan pihak management Kebun Rambutan dalam memberikan klarifikasi memicu dugaan bahwa perusahaan membiarkan praktek panen berisiko tinggi tersebut demi mencapai target harian, tanpa memperdulikan keselamatan nyawa karyawan pemanennya.

Situasi ini sering terjadi karena alasan mengejar produksi dan pengawasan yang kurang disiplin. Sementara kasus tewasnya pekerja sawit akibat tersengat listrik saat memanen sering dilaporkan di Sumatera Utara, termasuk di area Sergai dan Labura. (Syahrial).

Berita Terkait

ANAK 12 TAHUN MENINGGAL DUNIA DIDUGA AKIBAT KEKERASAN IBU TIRI, PUBLIK DESAK PENEGAKAN HUKUM TEGAS
Masyarakat Desa Liberia Dihebohkan Dengan Banyaknya Ikan Pada Mati di Sungai, Diduga Akibat Limbah.
Septor Tabrak Truk Colt Diesel di Dolok Masihul, Balita 3 Thn Meninggal Dunia
Pac Harimau Sumatra Bersatu Kertapati !Hadiri Undangan Ombudsman Sumsel Terkait Mosi Tidak Percaya RT 45 Kemang Agung
Mobil Terbakar di Sei Rampah, Polri dan Warga Bergerak Cepat Padamkan Api
Pengendara Motor Meninggal Usai Tabrak Median Jalan di Plumbon Indramayu
Lakalantas Yang Libatkan Pelajar Kembali Terjadi di Selayar, Kasat Lantas Minta Dukungan Orang Tua, Sekolah dan Masyarakat
Insan Pers Keadilan Tapung Hulu Sampaikan Duka Cita Mendalam atas Wafatnya Mertua IPTU Riko Riski Masri

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 06:19 WIB

Manager Kebun Rambutan Bungkam Saat Dikonfirmasi Secara Resmi, Terkait Karyawan Memanen Dibawah Jaringan Listrik SUTM Tidak Menggunakan APD.

Minggu, 22 Februari 2026 - 19:15 WIB

ANAK 12 TAHUN MENINGGAL DUNIA DIDUGA AKIBAT KEKERASAN IBU TIRI, PUBLIK DESAK PENEGAKAN HUKUM TEGAS

Selasa, 20 Januari 2026 - 19:10 WIB

Masyarakat Desa Liberia Dihebohkan Dengan Banyaknya Ikan Pada Mati di Sungai, Diduga Akibat Limbah.

Kamis, 4 Desember 2025 - 07:40 WIB

Septor Tabrak Truk Colt Diesel di Dolok Masihul, Balita 3 Thn Meninggal Dunia

Selasa, 2 Desember 2025 - 21:01 WIB

Pac Harimau Sumatra Bersatu Kertapati !Hadiri Undangan Ombudsman Sumsel Terkait Mosi Tidak Percaya RT 45 Kemang Agung

Berita Terbaru