Indramayu, Mitramabes.com – Proyek rehabilitasi jalan rabat beton di Desa Haurkolot blok Buyut, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tengah menjadi sorotan publik.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau menuding proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Indramayu melalui aspirasi anggota DPRD Dapil 6, Edi Fauzi, S.IP., dari Fraksi PDI-P ini diduga bermasalah. Mereka menduga adanya pengurangan volume pekerjaan dan praktik curang yang dapat merugikan negara.
Menurut Tim Investigasi LSM Harimau, pelaksana proyek CV Adriana diduga sengaja mengurangi volume dengan mengurug sebagian area jalan menggunakan material beskos. Ironisnya, pengurugan ini tidak merata dan hanya dilakukan di bagian tengah, sementara sisi jalan dibiarkan tanpa urugan yang memadai. Praktik ini diduga untuk mengelabui auditor internal saat proses monitoring dan evaluasi.
”Kami menduga ada upaya sistematis untuk mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan demi keuntungan pribadi. Pengurugan yang tidak merata ini jelas akan berdampak pada kekuatan dan ketahanan jalan ke depannya. Dan dari pantauan kami, baru berapa hari selesai pengerjaannya, nampak bagian yang retak-retak dan mengelupas.” Ujarnya kepada media ini, Jumat (29/8/2025)
LSM Harimau mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk segera melakukan investigasi menyeluruh. Mereka berharap dugaan pelanggaran ini ditindak tegas untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran pemerintah.
(Tim)