KPK Setuju Dengan Penyitaan Aset Para Koruptor, Namun Belum Persetujuan Dari Presiden RI

Kamis, 10 April 2025 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mitramabes.com- Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendukung pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto tentang penyitaan aset koruptor sebagai upaya memberantas korupsi. Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, menyatakan bahwa upaya penyitaan aset koruptor tidak hanya didukung KPK, tetapi juga oleh masyarakat.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto mengatakan, upaya penyitaan aset koruptor tidak hanya didukung KPK, tetapi juga oleh masyarakat.

Dan bentuk pemiskinan ini tentunya perlu dibuat undang-undangnya. Undang-undang seperti apa nanti bentuknya, kita juga perlu ada pembahasan para penegak hukum dalam hal ini dari sisi yudikatif, lalu dari sisi eksekutif, dan tentunya legislatif,” kata Tessa dalam keterangannya, Kamis (10/4/2025). Meski demikian, KPK kurang sepakat dengan pernyataan Prabowo terkait keadilan aset bagi keluarga koruptor.

Namun, KPK belum sepakat dengan pernyataan Prabowo terkait keadilan aset bagi keluarga koruptor. Tessa menyinggung Pasal 5 dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Menurut Tessa, permasalahan tidak menyentuh keluarga koruptor perlu dilihat dalam konteksnya, terutama jika ada hal-hal yang dinikmati oleh keluarga dan diketahui secara nyata.

Tessa menambahkan bahwa ada mekanisme di Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang, khususnya di Pasal 5, yang membahas pihak-pihak yang menikmati hasil dari tindak pidana korupsi tersebut.

Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan bahwa penyitaan aset-aset hasil korupsi dari tangan koruptor dapat menjadi upaya efektif memberantas korupsi. Namun, Prabowo juga mengingatkan agar aspek keadilan diperhatikan, sehingga anak dan keluarga koruptor tidak menderita akibat penyitaan harta tersebut.

KPK dan pemerintah perlu membahas lebih lanjut tentang Undang-Undang yang akan mengatur penyitaan aset koruptor, termasuk bagaimana keadilan bagi keluarga koruptor akan diterapkan. Langkah ini bertujuan menciptakan sistem yang efektif dan adil dalam menangani kasus korupsi di Indonesia. (Tim)

Berita Terkait

Satu Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Tim GUNJO Polres Bungo
Polres Rohil Salurkan Bantuan Semen dan Alat Kebersihan ke Masjid Nurul Iman di Bulan Suci Ramadhan 1447 H
Kapolres Rohil Bagikan 40 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Tanah Putih
Festival Ramadhan Bangkit Vol.2 Resmi Dibuka, Bupati Bantaeng Dorong Kebangkitan UMKM lokal dan Spirit Keagamaan
Sat Samapta Polres Lampung Tengah Intensifkan Patroli Rutin, Jaga Kamtibmas di Bulan Suci
Tambatan Liar di Sungai Lalan Resahkan Warga Desa Karang Agung
Wujud Kepedulian Polri, Polres Lampung Tengah Bagikan Ratusan Takjil Setiap Hari Selama Ramadhan
Polres Selayar Amankan Pelaksanaan Sholat Tarawih di 12 Masjid

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:46 WIB

Satu Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Tim GUNJO Polres Bungo

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:09 WIB

Polres Rohil Salurkan Bantuan Semen dan Alat Kebersihan ke Masjid Nurul Iman di Bulan Suci Ramadhan 1447 H

Minggu, 22 Februari 2026 - 15:04 WIB

Kapolres Rohil Bagikan 40 Paket Sembako untuk Kaum Dhuafa di Tanah Putih

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:15 WIB

Festival Ramadhan Bangkit Vol.2 Resmi Dibuka, Bupati Bantaeng Dorong Kebangkitan UMKM lokal dan Spirit Keagamaan

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:01 WIB

Sat Samapta Polres Lampung Tengah Intensifkan Patroli Rutin, Jaga Kamtibmas di Bulan Suci

Berita Terbaru

NASIONAL

Satu Terduga Pelaku Curanmor Diamankan Tim GUNJO Polres Bungo

Minggu, 22 Feb 2026 - 15:46 WIB