Nganjuk – Redaksi Mitramabes.com menyampaikan klarifikasi terbuka terkait pemberitaan berjudul “Pupuk Subsidi Diduga Dijual Mahal di Gondang Nganjuk, Petani Menjerit, BPP: Bukan Urusan Kami” yang sebelumnya telah ditayangkan.
Redaksi mengakui bahwa dalam proses penyusunan berita tersebut, terdapat pengambilan dan pengembangan materi pemberitaan dari sejumlah media lain, di antaranya Nawacita, Bintasara, dan Javatimes, yang digunakan sebagai bahan rujukan awal.
Namun demikian, redaksi menyadari bahwa pencantuman sumber secara tegas dan proporsional belum dilakukan secara maksimal, sehingga menimbulkan persepsi seolah-olah informasi tersebut merupakan liputan eksklusif Mitramabes.com.
Selain itu, redaksi juga mengakui adanya penggunaan foto ilustrasi yang bukan merupakan hasil dokumentasi sendiri, serta digunakan tanpa koordinasi dan izin yang memadai dari pemilik gambar. Hal tersebut terjadi karena kelalaian dan kurangnya kehati-hatian dalam proses editorial.
Sehubungan dengan hal tersebut, Jomsen Silitonga, selaku penanggung jawab pemberitaan di Mitramabes.com, menyampaikan pernyataan secara terbuka:
“Saya, Jomsen Silitonga, menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media Nawacita, Bintasara, dan Javatimes, serta kepada pihak pemilik foto ilustrasi. Saya mengakui bahwa foto ilustrasi tersebut saya ambil dan gunakan dalam pemberitaan di Mitramabes.com tanpa menyadari sepenuhnya bahwa tindakan tersebut merupakan kekeliruan dan melanggar etika penggunaan materi visual,”
Jomsen menegaskan bahwa tidak ada niat untuk merugikan, mengklaim, atau mengambil alih karya jurnalistik media lain, dan menyatakan siap melakukan perbaikan, klarifikasi, serta penyesuaian sesuai dengan prinsip Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Sebagai bentuk tanggung jawab, redaksi Mitramabes.com telah melakukan penarikan dan perbaikan materi visual, serta berkomitmen untuk meningkatkan disiplin redaksional, khususnya dalam hal pencantuman sumber berita dan penggunaan foto ilustrasi.
Redaksi juga menyatakan terbuka untuk menerima hak jawab, hak koreksi, maupun klarifikasi dari media dan pihak terkait, demi menjaga hubungan baik antar-media serta menjunjung tinggi profesionalisme dan etika jurnalistik.
Jomsen Silitonga










