Pasuruan MBS Kejadian bullying siswa SMP di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap Jawa Tengah baru-baru ini menjadi sorotan banyak pihak. Kejadian tersebut diduga sebagai kegagalan sistem dalam dunia pendidikan di Kabupaten Cilacap.
Ketua MPC (Majelis Pimpinan Cabang) PEMUDA PANCASILA Kabupaten Pasuruan Mokh. Rafi pun merasa prihatin dengan kejadian tersebut.
“Menyikapi peristiwa bullying siswa SMP di Kabupaten Cilacap, kami menghimbau pada pemerintah dalam hal ini Mendiknas Nadiem untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kurikulum sekolah baik kurikulum sekolah dasar maupun kurikulum sekolah menengah pertama dan berkenan mengembalikan lagi mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP).
Hal ini perlu dilakukan agar generasi Indonesia berikutnya memahami nilai-nilai Pancasila yang merupakan kekuatan basis bangsa Indonesia. Mendiknas sudah saatnya merubah haluan materi pendidikan yang lebih banyak diarahkan pada terapan industri dan teknologi ke materi pembentukan karakter dengan menggunakan Pancasila.
sebagai referensi utama agar kejadian Cilacap tidak lagi terulang di masa-masa mendatang. Siswa tidak harus bangga dengan identitas mereka sebagai komunitas-komunitas geng. Karena bangsa kita tidak dibesarkan oleh para Gangster. Bangsa kita besar dan kuat oleh Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika” ucap Habib Rafi (sapaan akrabnya).
Terlihat dalam sebuah video yang telah viral bahwa sekelompok anak yang berpakaian sekolah menengah pertama yang diduga ada di wilayah Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap memukuli temannya sesama siswa dan tampak seperti tidak ada rasa kasihan.
(Louis M)










