Ketua LAMAK Asal Bonerate Bantu Kejari Selayar Ungkap Dugaan Korupsi Desa Bonea

Kamis, 13 Maret 2025 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SELAYAR, (Mitramabes.com) 

Ketua Lembaga Anti Korupsi (LAMAK) Sulawesi Selatan, Kamsar, yang juga merupakan putra asli Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar, menyatakan kesiapan penuh untuk membantu penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) dalam mengungkap dugaan skandal korupsi dana desa di Bonea.

Pernyataan ini disampaikan Kamsar sebagai respons terhadap tuduhan yang beredar di sejumlah media mengenai Kejari Selayar yang diduga menggelapkan dana sitaan sebesar Rp357.000.000.

Menurutnya, tuduhan tersebut tidak berdasar dan hanya merupakan upaya kelompok pendukung Kades AS untuk melemahkan semangat penegakan hukum yang tengah berjalan.

“Saya melihat adanya upaya propaganda yang bertujuan mengaburkan kasus utama, yaitu dugaan korupsi yang dilakukan oleh Kades AS. Kita harus mendukung penuh proses hukum dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Kamsar kepada awak media, Kamis 13 Maret 2025.

Saat ini, kasus dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan Kades AS telah memasuki tahap persidangan dan proses hukum terus berjalan untuk mengungkap fakta-fakta yang ada.

Lebih lanjut, Kamsar menyoroti kelompok yang diduga mendukung Kades AS dan berusaha menggiring opini publik dengan narasi yang tidak benar. Ia menegaskan bahwa kelompok ini sebenarnya khawatir terhadap perubahan yang akan terjadi jika hukum ditegakkan dengan benar.

“Selama ini mereka jelas merupakan bagian dari jaringan yang diuntungkan dari sistem yang ada. Tapi kita harus ingat, korupsi merugikan masyarakat luas, khususnya warga Desa Bonea. Oleh karena itu, kita harus mendukung upaya penegakan hukum dan menunggu keputusan majelis hakim di PN Makassar,” tegasnya. ( Tim/UH )

Berita Terkait

M. Wahyudhi Kasatpol PP Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Adanya Ikan Banyak yang Mati Disungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi.
Kapolres Sergai Abaikan Konfirmasi Awak Media Terkait Aktivitas Galian C.
Kadis Perpustakaan Sergai Marah – marah dan Bentak Awak Media Ketika Dikonfirmasi Mengenai Bendera yang Diduga Robek.
Polres Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Kegiatan Aktivitas Galian C, yang Mana Beberapa Hari Sebelumnya Ditutup.
Penegakkan Hukum Terhadap Kegiatan Aktivitas Kegiatan Galian Tanah Urug atau Galian C, di Sergai Seperti Dagelan.
Kinerja Polres Sergai Dipertanyakan Dalam Menangani Masalah Dugaan Limbah Kilang Ubi yang Mencemari Sungai Desa Liberia.
Kadis Lingkungan Hidup Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Masalah Air Sungai Desa Liberia yang Diduga Tercemar Limbah Kilang Ubi.
Hasil Investigasi Awak Media Penyebab Dari Banyaknya Ikan Mati di Sungai Desa Liberia, Diduga Kuat Karena Limbah Cair Dari Kilang Ubi.

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:53 WIB

M. Wahyudhi Kasatpol PP Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Adanya Ikan Banyak yang Mati Disungai Liberia yang Diduga Akibat Limbah Kilang Ubi.

Selasa, 27 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kapolres Sergai Abaikan Konfirmasi Awak Media Terkait Aktivitas Galian C.

Senin, 26 Januari 2026 - 12:40 WIB

Kadis Perpustakaan Sergai Marah – marah dan Bentak Awak Media Ketika Dikonfirmasi Mengenai Bendera yang Diduga Robek.

Sabtu, 24 Januari 2026 - 08:21 WIB

Polres Sergai Bungkam Ketika Dikonfirmasi Mengenai Kegiatan Aktivitas Galian C, yang Mana Beberapa Hari Sebelumnya Ditutup.

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:02 WIB

Penegakkan Hukum Terhadap Kegiatan Aktivitas Kegiatan Galian Tanah Urug atau Galian C, di Sergai Seperti Dagelan.

Berita Terbaru