Sergai – MBS – Keberadaan dari kedua kilang ubi yang berada di Dusun 5 Kampung Pulo dan di Dusun 6 Kampung Padang Desa Simpang Empat Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) ternyata banyak juga dikeluhkan oleh warga, karena dampak dari kegiatan aktivitas dari kedua kilang ubi tersebut, seperti suara bising dari mesin dan limbahnya, Senin (26/01/2026).
Hal tersebut diketahui awak Media ketika konfirmasi langsung kepada warga yang ada di sekitaran pabrik kilang ubi tersebut, pada hari Jum’at 23 Januari, yang mana kata warga tersebut, namun tidak ingin disebutkan identitasnya, menyampaikan bahwa, sebenarnya keberadaan dari kedua kilang ubi tersebut ada plus dan minusnya atau ada manfaat dan ruginya juga bagi kami masyarakat, yang mana plusnya itu seperti bisa menciptakan lapangan kerja bagi warga sekitar dan ada aktivitas ekonomi yang bisa membantu perekonomian warga Desa.
Namun ada juga negatif nya seperti suara bising yang diakibatkan oleh suara mesin penggiling ubi, dan juga masalah limbahnya, karena masalah limbahnya ini yang sering menjadi masalah, karena limbahnya tersebut melewati aliran parit di Dusun sehingga melintasi tanah warga, sementara limbah tersebut menimbulkan bau tak sedap dan sangat menyengat, dan terkadang juga berpengaruh kepada tanaman warga seperti pohon cabai yang mati dan juga hewan ternak yang mati seperti entok, bang, ” Ungkapnya.”
Emang kalau kilang yang di Dusun 5 milik Galiong/Amin, secara sosial adalah memberikan pada masyarakat sekitar, seperti memberikan bantuan uang duka sekitar Rp 400 rb, jika ada warga yang meninggal, tapi kalau yang di Dusun 6 Kampung Padang milik Cunglai, tapi sekarang si Badol yang mengelolanya karena Cunglai sudah meninggal, yang saya dengar kalau nggak salah belum ada kontribusinya bagi warga, bang.
Namun sebenarnya untuk keseluruhan warga sangat mengharapkan masalah limbah ini tolong lah diperhatikan serius oleh pihak dari kedua kilang ubi, gimana supaya tidak terlalu menyengat baunya dan meminimalisir dari bahaya limbahnya agar tidak merusak lingkungan, dan tentu juga kami sangat berharap kepada instansi terkait seperti pihak dari Dinas Lingkungan Hidup, agar selalu monitoring khususnya masalah limbahnya, jangan hanya ada kejadian seperti yang baru terjadi ini, yang ikan banyak yang mati baru sibuk dan turun, karena kejadian seperti sudah sering terjadi, agar dapat mengantisipasi dari hal-hal yang tidak diinginkan terulang kembali, ” Harap warga tersebut. ” (Syahrial).









