Bengkulu Mitra Mabes.Com – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXI/Radin Inten, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., bersama Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Pangdam XXI/Radin Inten, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Sriyanto, M.I.R., M.A., yang didampingi oleh Danrem 041/Gamas, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han., melaksanakan peninjauan langsung terhadap sejumlah lokasi aset idle di wilayah Kota Bengkulu, pada hari Rabu (21/01/2026).
Kegiatan peninjauan ini dilaksanakan dalam rangka memastikan kondisi, status, serta potensi pemanfaatan aset-aset TNI AD yang belum digunakan secara optimal, agar ke depan dapat dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kasdam XXI/ Radin Inten, Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., menyampaikan bahwa peninjauan aset idle merupakan langkah strategis untuk mendukung tertib administrasi, pengamanan aset negara, serta optimalisasi pemanfaatan aset guna mendukung tugas pokok TNI AD.
“Aset-aset yang dimiliki TNI AD merupakan kekayaan negara yang harus dijaga, dikelola, dan dimanfaatkan secara optimal. Melalui peninjauan ini, kita ingin memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengidentifikasi peluang pemanfaatannya ke depan,” ujar Kasdam.
Sementara itu, Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten, Brigjen TNI Sriyanto M.I.R., M.A., menambahkan bahwa hasil peninjauan akan menjadi bahan kajian dan rekomendasi bagi pimpinan Kodam XXI/Radin Inten dalam pengambilan kebijakan terkait pengelolaan aset.
“Kami akan melakukan analisis secara komprehensif terhadap aset idle yang ada, sehingga dapat dirumuskan langkah-langkah yang tepat, baik dari aspek hukum, teknis, maupun kemanfaatannya,” jelasnya.
Peninjauan tersebut turut diikuti oleh para pejabat terkait di lingkungan Kodam XXI/Radin Inten serta unsur pendukung lainnya. Diharapkan, melalui kegiatan ini, pengelolaan aset TNI AD di wilayah Kodam XXI/Radin Inten dapat semakin profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan nilai tambah bagi institusi dan masyarakat.
(Trimo Riadi)








