Jejak Yang Tak Pernah Padam: Mengenal Lebih Dekat Sosok Chairul S Matdiah, Figur yang Menyatukan Rasa, Hukum, Dan Kemanusiaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MITRA MABES.COM//Palembang —Di tengah dunia yang bergerak serba cepat dan bising oleh ambisi, ada sosok yang memilih berjalan tenang namun meninggalkan jejak yang dalam. Dialah Chairul S Matdiah — figur yang tak hanya dikenal di ruang hukum dan sosial, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan lewat karya dan ketulusan,Rabu(4/2/2026).

 

Belakangan, namanya kembali diperbincangkan bukan karena jabatan atau perkara besar, melainkan karena sebuah karya penuh makna berjudul “Jejak yang Tak Pernah Padam.” Lagu ini menjadi pintu masuk untuk mengenal siapa Chairul sebenarnya: seorang pemikir, perasa, sekaligus pejuang nilai-nilai kemanusiaan.

 

Bukan Sekadar Tokoh, Tapi Manusia yang Punya Rasa

Chairul bukan tipikal figur publik yang gemar tampil sensasional. Ia dikenal sebagai pribadi yang tenang, reflektif, dan lebih banyak berbicara lewat makna daripada kata-kata keras. Dalam perjalanan hidupnya, ia terbiasa berhadapan dengan realitas hukum, dinamika sosial, dan keputusan-keputusan berat. Namun di balik ketegasan itu, ada jiwa yang peka terhadap nilai cinta, kehilangan, dan pengabdian.

 

“Setiap orang meninggalkan jejak. Pertanyaannya, jejak seperti apa yang ingin kita wariskan?” — itulah filosofi hidup yang kerap ia sampaikan.

 

Musik sebagai Ruang Kejujuran

Lewat lagu Jejak yang Tak Pernah Padam, Chairul menunjukkan sisi dirinya yang paling jujur. Ini bukan proyek pencitraan. Ini adalah perenungan panjang tentang hidup, waktu, dan makna kehadiran seseorang dalam kehidupan orang lain.

Lagu tersebut berbicara tentang jejak kebaikan yang tak bisa dihapus waktu — entah itu jejak seorang ayah, pasangan, sahabat, atau pemimpin. Pesannya sederhana tapi menghantam:

bahwa jabatan bisa selesai, kekuasaan bisa berganti, tapi ketulusan akan selalu tinggal di hati orang lain.

 

Di sinilah publik mulai melihat Chairul bukan hanya sebagai figur hukum atau tokoh masyarakat, tetapi sebagai manusia yang memahami nilai kehilangan dan arti mencintai tanpa syarat.

 

Menggabungkan Logika dan Hati

Tak banyak orang mampu berjalan seimbang antara logika dan rasa. Chairul termasuk yang langka. Dalam kesehariannya, ia dikenal tegas dalam prinsip, namun lembut dalam pendekatan kemanusiaan. Rekan-rekannya menyebut ia lebih sering mendengar daripada berbicara, lebih sering merenung daripada bereaksi.

 

Karakter itulah yang terasa kuat dalam setiap lirik yang ia tulis. Tidak meledak-ledak, tidak dramatis berlebihan, tapi justru menghujam perlahan — seperti nasihat yang datang dari seseorang yang sudah kenyang pengalaman hidup.

 

Figur yang Percaya Pada Jejak Kebaikan

Bagi Chairul, hidup bukan soal seberapa lama kita berada di panggung, tetapi seberapa dalam kita meninggalkan makna. Ia percaya bahwa yang abadi bukanlah nama besar, melainkan jejak kebaikan yang hidup dalam ingatan orang lain.

 

Pandangan ini pula yang membuatnya terus bergerak dalam kegiatan sosial, advokasi, dan pengabdian masyarakat. Baginya, hukum tanpa hati akan kehilangan arah, dan kekuasaan tanpa empati hanya akan melahirkan jarak.

 

Sosok yang Mengajarkan Arti Kehadiran

Di era ketika banyak orang berlomba terlihat hebat, Chairul justru menunjukkan bahwa kekuatan terbesar ada pada ketulusan yang tidak dipamerkan. Lagu Jejak yang Tak Pernah Padam hanyalah satu medium. Pesan besarnya jauh lebih luas:

tentang hidup yang dijalani dengan nilai, tentang cinta yang tak menuntut balasan, dan tentang pengabdian yang tak perlu sorotan kamera.

 

Kini publik mulai mengenalnya bukan hanya sebagai tokoh, tetapi sebagai figur yang meninggalkan rasa.

 

Dan mungkin, itulah makna paling dalam dari jejak yang tak pernah padam —bukan tentang dikenang karena kuasa, tapi diingat karena kebaikan.

 

(Jhony)

Berita Terkait

Maraknya Pencurian Sawit Di Darul Makmur” Ini Harapan Kapolres Nagan Raya”
Kecamatan Tambusai Utara Gelar Musrembang tahun 2027 Bersama Pemdes Sekecamatan Tambusai Utara.
Promosi Judi Online Jaringan Kamboja Terbongkar, Subdit Siber Polda Sumsel Tangkap Dua Mahasiswa
Operasikan IPAL Tak Kedap Air, PT Adei Digugat atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum Lingkungan
Polres Langkat Luruskan Narasi Viral Dugaan Galian C di Bahorok: Tidak Ada Penghadangan, Proses Mediasi Berjalan Humanis
Bupati Askolani : Segera Teken MoU, Segera Sediakan Air Bersih Untuk Masyarakat.
Pertamina Didesak Putus Hubungan Usaha SPBU Simpang Pulai Terkait Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi
RSUD Doloksanggul Raih Penghargaan Transformasi Digital JKN dari BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 08:32 WIB

Maraknya Pencurian Sawit Di Darul Makmur” Ini Harapan Kapolres Nagan Raya”

Rabu, 4 Februari 2026 - 07:40 WIB

Kecamatan Tambusai Utara Gelar Musrembang tahun 2027 Bersama Pemdes Sekecamatan Tambusai Utara.

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:59 WIB

Promosi Judi Online Jaringan Kamboja Terbongkar, Subdit Siber Polda Sumsel Tangkap Dua Mahasiswa

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:46 WIB

Operasikan IPAL Tak Kedap Air, PT Adei Digugat atas Dugaan Perbuatan Melawan Hukum Lingkungan

Rabu, 4 Februari 2026 - 05:59 WIB

Polres Langkat Luruskan Narasi Viral Dugaan Galian C di Bahorok: Tidak Ada Penghadangan, Proses Mediasi Berjalan Humanis

Berita Terbaru

NASIONAL

Kapolsek Pagar Alam Utara Amankan Pelaku Pencurian Motor

Rabu, 4 Feb 2026 - 10:18 WIB