Aceh Timur — Mitra mabes.com
Akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Aceh Timur dan Aceh Utara melalui Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, hingga kini masih terputus akibat diterjang banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 lalu. Kondisi ini telah berlangsung selama tiga bulan tanpa penanganan serius dari pihak terkait.
Jalan yang dimaksud sejatinya merupakan bedengan (tanggul) sebuah bendungan yang ditimbun oleh warga untuk difungsikan sebagai jalur lintasan penghubung dua kabupaten. Akses tersebut menjadi urat nadi mobilitas warga, termasuk para pelajar, petani, dan masyarakat umum yang sehari-hari melintas untuk keperluan antara Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur menuju Aceh Utara.
Ketika banjir besar melanda, tanggul yang difungsikan sebagai jalan tersebut jebol diterjang arus deras, sehingga memutus total akses transportasi antara Aceh Timur dan Aceh Utara. Selama tiga bulan pascabanjir, belum ada langkah konkret dari pemerintah daerah untuk memulihkan kondisi jalan tersebut.
Menyikapi situasi ini, Haji Ruslan M. Daud (HRD) melakukan kunjungan kerja langsung ke Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam kunjungan tersebut, HRD turun langsung ke lokasi dan menyaksikan sendiri kerusakan parah yang terjadi, mulai dari permukaan tanah yang retak dan berlumpur, tanggul yang ambrol, hingga badan jalan yang sama sekali tidak bisa dilalui.
Usai meninjau kondisi di lapangan, HRD langsung memerintahkan agar perbaikan darurat segera dilaksanakan dalam waktu dua hari ke depan, mengingat urgensi akses jalan tersebut bagi ribuan warga di dua kabupaten.
Kejadian ini sekaligus menjadi sorotan terhadap kinerja Bupati Aceh Timur, Alfarlaki, yang dinilai lambat dalam merespons kerusakan infrastruktur pascabanjir. Lambannya penanganan selama tiga bulan penuh menimbulkan pertanyaan publik mengenai keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi aksesibilitas dan keselamatan warganya.
Warga berharap perbaikan yang diperintahkan HRD dapat segera terealisasi, sehingga aktivitas sehari-hari termasuk anak-anak sekolah yang selama ini terdampak dapat kembali berjalan normal.
Laporan dari Gampong Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur, Jumat 27 Februari 2026.
pak nek










