example banner

Infrastruktur Di WMP Semakin Parah, Warga Berharap Aksi Nyata Pemerintah, Bukan Janji ! 

Sampit –Media.M.Mabes. Akses jalan masuk ke perumahan masyarakat Wengga metropolitan, Kelurahan baamang barat, Kecamatan baamang yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota waringin timur semakin mengalami kerusakan parah

 

Pantauan awak media di lokasi, Jum’at( 4/4/2025) Sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut tidak layak digunakan,bahkan pembangunannya ada yang mangkrak, membuat masyarakat setempat harus berhadapan dengan berbagai kesulitan setiap hari.

 

Seperti Jalan Poros Wengga Metropolitan yang di menjadi akses utama oleh ribuan masyarakat . Sayangnya, Rusak parah dan warga harus menerima dampak dari kondisi jalan yang rusak parah tersebut, dan minimnya penerangan di kawasan tersebut.

jalan poros yang mengalami kerusakan adalah jalan akses satu satunya menuju tempat fasilitas umum , seperti kantor kelurahan, dua sekolah negeri dan swasta, rumah ibadah.dan rumah susun (Rusun).

 

bukah sekedar kerusakan jalan namun bangungan depo sampah dan sebuah puskesmas pembantu (Pustu) yang dibangun pada 2023 kini terbengkalai tanpa pemanfaatan yang jelas.

 

akibat pembangunan depo sampah yang mangkrak maka tumpukan sampah berserakan di depan gerbang denypriantoro tidak jauh dari lokasi dempo sampah tersebut.

 

Kondisi infrastruktur yang buruk ini tidak hanya menyulitkan mobilitas warga tetapi juga meningkatkan risiko kejahatan. Berdasarkan informasi dari masyarakat, sudah beberapa kali terjadi aksi penjambretan dan pembegalan di kawasan tersebut.

 

Minimnya penerangan jalan diduga menjadi salah satu faktor yang memudahkan pelaku kejahatan melancarkan aksinya.

 

Jalanan yang berlubang dengan genangan air di sana-sini membuat pengguna jalan harus ekstra hati-hati. menurut Beberapa keterangan warga mengatakan, mereka telah berulang kali melakukan gotong royong untuk memperbaiki jalan secara swadaya, bahkan meminta bantuan dari pengusaha yang memiliki alat berat. Namun, hingga kini belum ada solusi konkret dari pihak kelurahan maupun pemerintah daerah ataupun anggota dewan setempat.

 

Roman (34), salah satu warga Baamang Barat, mengungkapkan bahwa beberapa tokoh masyarakat mulai merencanakan aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap kondisi yang tak kunjung membaik.

 

“Kami sudah lama merasakan ketidaklayakan ini, dan sudah banyak upaya yang dilakukan. Sepertinya rencana aksi demo ini mendapat banyak dukungan dari warga yang sudah sangat lelah dengan kondisi ini,” ujar nya.

 

Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki kondisi infrastruktur di kawasan Baamang Barat, jangan sekedar memberikan janji janji.

 

Perbaikan jalan, penerangan, dan pemanfaatan fasilitas umum yang terbengkalai menjadi tuntutan utama warga demi kenyamanan dan keamanan mereka dalam beraktivitas sehari-hari.

 

Tim.Redaksi: arul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *