Langkahan – Mbs.com
Hari pertama masuk sekolah SMPN 3 Langkahan pasca banjir bandang pada tanggal 5/1/2026 diwarnai dengan kesederhanaan. Anak-anak yang hadir sebanyak 70 persen, karena banyak dari mereka berasal dari desa yang parah terdampak musibah banjir, seperti Desa Gedumbak, Rumoh Rayeuk, dan Langkahan.
Kepala Sekolah SMPN 3 Langkahan, Sudikan, S.Pd, mengatakan bahwa keadaan sekolah masih memprihatinkan. 1 RKB rusak berat hancur, 4 rusak ringan, pondasi lantai turun, plafon hancur, mobiler hampir 90 persen rusak parah dan terbawa banjir. Media pembelajaran atau alat-alat peraga dan alat-alat ATK dan perlengkapan kantor semua rusak parah akibat terendam banjir.
“Kami berharap kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat agar segera membantu merehabilitasi sekolah yang terdampak banjir dan rusak parah, sehingga kondisi sekolah bisa layak dan bisa memberikan kenyamanan kepada siswa-siswi dalam menuntut ilmu,” kata Sudikan.
Sudikan juga berharap kepada pemerintah agar bisa memberikan edukasi edukasi kepada siswa-siswi SMPN 3 Langkahan untuk mengembalikan mental siswa-siswi yang masih trauma akibat banjir.
Saat ini, ruang sekolah tinggal 2 ruangan lagi yang belum dibersihkan karena material lumpur yang masih cukup tebal. Namun, SMPN 3 Langkahan sudah menerima bantuan pembersihan lumpur dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dan sudah mendapatkan excavator untuk membersihkan lingkungan sekolah yang akan di lanjutkan kembali pada Selasa 6/1/2026
Wali murid masih merasa was-was dan tetap mengantar anak-anaknya sampai ke sekolah dan mereka rela menunggu hingga anak-anaknya pulang sekolah, karena mereka khawatir akan banjir susulan. ini juga dapat di maklumi oleh sudikan selaku kepala sekolah karena memang gedumbak daerah yang parah terdampak banjir.
(pak nek)










