Aceh Utara-Mbs.com
Dinding yang menghitam, lantai yang licin, serta perabot rumah tangga yang rusak menjadi potret nyata penderitaan pascabencana. Hingga kini, sebagian warga masih berjuang membersihkan sisa lumpur sambil bertahan dengan keterbatasan.
Amatan Media ini Sabtu(7/1/2026) di tengah kondisi tersebut, Bendera Merah Putih berkibar saat bantuan kemanusiaan dari Posko BNPB Korem 011 Lilawangsa yang disalurkan oleh Teuku Muhammad selalu ketua Aceh Orphans Center For The Children(AOCC) dan Team
tiba di lokasi. Di bawah kibaran dua warna kebanggaan bangsa itu, melalui bantuan disalurkan kepada warga mulai dari kebutuhan pokok hingga perlengkapan darurat. Kehadiran bantuan menjadi secercah harapan di tengah duka yang belum sepenuhnya reda.

Merah Putih yang berkibar di antara lumpur dan puing seakan menjadi penegas bahwa masyarakat terdampak tidak sendiri. Di saat luka masih terasa, semangat kebersamaan dan kepedulian terus hidup, menguatkan langkah warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupan mereka.
Dengan mata berkaca-kaca, Nurafni, warga Desa Blang Seunong, hanya mampu mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan dari Posko Terpadu BNPB Korem 011/Lilawangsa. Kata sederhana itu terucap lirih, mewakili rasa haru dan syukur setelah bencana meninggalkan luka mendalam di rumah dan kehidupannya.
Bantuan yang diterima menjadi penguat di tengah kondisi yang belum sepenuhnya pulih apalagi menjelang Bulan Suci Ramadhan. Bagi Nurafni dan warga lainnya, uluran tangan dari Korem 011/Lilawangsa bukan sekadar bantuan logistik, tetapi juga bukti kepedulian dan kehadiran negara di saat masyarakat berada dalam situasi paling sulit.
Pembina AOCC PYM Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Haji Badruddin Syah Zhilullah Fil ‘Alam, Mengucapkan Terimakasih Kepada Posko Terpadu BNPB KOREM 011 Lilawangsa atas Kepercayaan kepada Kami untuk Terus bersama melaksanakan Tugas mulia ini.
“Banjir tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga meninggalkan trauma, terutama bagi anak-anak. Trauma healing ini menjadi bagian penting dari proses pemulihan, ujar
(Pak nek)










