FKGOL ! Kabupaten Kuningan Jawabarat Harus Bebas Dari Praktik Bisnis Komersialisasi Pendidikan.

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 22:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN ,Jawa Barat – Mitramabes.com //  tipikorinvestigasinews.id
Menyikapi ramainya pemberitaan terkait praktik penjualan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan carut-marut pengelolaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), Forum Komunikasi Gabungan Ormas dan LSM (FKGOL) Kabupaten Kuningan menggelar rapat akbar pada Jumat (1/8/2025) di sekretariat FKGOL.
Rapat tersebut merupakan langkah strategis dalam rangka menyiapkan audensi bersama Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan guna meminta penjelasan serta tindakan konkret dari para pemangku kebijakan di sektor pendidikan.

Manaf Suharnap Ketua GIBAS Distrik Kabupaten Kuningan salah satu ormas yang tergabung dalam FKGOL dalam hal dan kondisi ini meminta pihak pemerintah daerah kabupaten Kuningan untuk tegas dalam hal dan kondisi ini. Jangan sampai karena ini pemerintah daerah Kuningan dinilai mandul dan tidak berwibawa oleh masyarakat. Inilah langkah sikap keprihatinan kami selaku masyarakat Kuningan yang menginginkan dunia pendidikan yang berkualitas bagi masyarakat kabupaten Kuningan.Menurut Manap Suharnap

Sementara Paguyuban Purna Bakti Kades, Dede Keling, yang turut hadir dalam rapat tersebut, menegaskan bahwa kegaduhan yang terjadi di tengah masyarakat akibat penjualan LKS dan ketidaktertiban pengelolaan PKBM perlu segera diakhiri.
“Fungsi sekolah harus dikembalikan sebagai tempat pendidikan yang murni—bukan ladang bisnis yang merugikan siswa dan orang tua. Ini menyangkut masa depan generasi bangsa,” tegas Dede.
Dilengkapi tanggapan tokoh FKGOL lainnya, Bang Asep, menyoroti praktik jual beli LKS yang dinilai sangat membebani wali murid. Ia menyebut, berdasarkan laporan yang diterima FKGOL, harga satu paket LKS bisa mencapai Rp80.000 per siswa. Jika dikalikan dengan jumlah siswa se-Kabupaten Kuningan, jumlahnya bisa mencapai miliaran rupiah.
“Ini jelas melanggar regulasi. Baik pemerintah pusat maupun Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, telah menginstruksikan pelarangan praktik tersebut. Bahkan Dinas Pendidikan Kuningan juga telah menerbitkan surat edaran larangan penjualan LKS,” ujar Asep.
FKGOL menilai, lemahnya pengawasan dan dugaan adanya kepentingan tertentu menjadikan siswa sebagai korban dari sistem pendidikan yang bercampur dengan motif keuntungan ekonomi.
Untuk itu, FKGOL mendorong Komisi IV DPRD Kuningan agar segera memanggil dan melakukan dengar pendapat dengan pihak-pihak terkait, termasuk Kepala Dinas Pendidikan, Kabid SD dan SMP, K3S tingkat kecamatan dan kabupaten, Forum MKKS, FKBM, PGRI, serta unsur Pemerintah Daerah.
“Kami ingin mencari solusi bersama secara terbuka demi menjaga kondusivitas daerah. Jika perlu, dorongan untuk membentuk regulasi daerah (Perda) pelarangan penjualan LKS harus dilakukan demi ketertiban dan kepastian hukum,” jelas Dede.
FKGOL juga menekankan pentingnya menegakkan kedaulatan daerah dalam mengatur sistem pendidikan. Menurut mereka, tanpa keberanian untuk membongkar akar masalah, pendidikan di Kuningan akan terus menjadi alat kepentingan kelompok tertentu.
“Kalau kedaulatan daerah tidak ditegakkan, maka masalah ini tidak akan pernah selesai. Justru masyarakat yang akan terus dirugikan,” pungkas Bang Asep.

Reporter: Agsjabar

Berita Terkait

Keberadaan Dua Kilang Ubi di Desa Simpang Empat Banyak Dikeluhkan Warga.
Heri Ketua P3A Desa Pematang Guntung Diduga Berbohong Ketika Dikonfirmasi Mengenai Kegiatan Fisik Oplah Non Rawa.
Konflik PITI Menguat : Laporan ke MA dan Kejagung Diserahkan, Replika Masuk ke PTUN Jakarta
Tokoh Masyarakat PantanNangka Ucapkan Terima Kasih,Kepada PT.PLN Telah Menghadirkan Listrik Di Rumah Kami.
Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Bapak Wirawan Sanjaya (AWI), Penasehat II DPP PWOD
Bantuan Kemanusiaan PT Kencana Hijau BinaLestari(KHBL).
Tono Keluhkan Lambatnya Penanganan Laporan di Polres Banyuasin, Warga Pertanyakan Keseriusan Aparat.
Warkop Konco Dewe (Mbak Yati Kramat) Hadir dengan Cita Rasa Nusantara, Siap Layani Catering dan Nasi Kotak di Nganjuk

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 07:58 WIB

Keberadaan Dua Kilang Ubi di Desa Simpang Empat Banyak Dikeluhkan Warga.

Minggu, 25 Januari 2026 - 00:38 WIB

Heri Ketua P3A Desa Pematang Guntung Diduga Berbohong Ketika Dikonfirmasi Mengenai Kegiatan Fisik Oplah Non Rawa.

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:45 WIB

Konflik PITI Menguat : Laporan ke MA dan Kejagung Diserahkan, Replika Masuk ke PTUN Jakarta

Selasa, 13 Januari 2026 - 19:08 WIB

Tokoh Masyarakat PantanNangka Ucapkan Terima Kasih,Kepada PT.PLN Telah Menghadirkan Listrik Di Rumah Kami.

Kamis, 8 Januari 2026 - 16:58 WIB

Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Bapak Wirawan Sanjaya (AWI), Penasehat II DPP PWOD

Berita Terbaru