Palangka Raya-Mitramabes.com : Komoditas utama ekspor Kalimantan Tengah selama Januari-November 2025 adalah batu bara, minyak kelapa sawit dan kayu olahan. Secara kumulatif, nilai ekspor pada periode Januari-November 2025 mengalami penurunan sebesar
US$453,83 juta atau turun 12,58 persen. dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
”Penurunan nilai ekspor tertinggi terjadi pada kelompok komoditas bahan bakar mineral yang
turun sebesar US$594,77 juta atau 20,96 persen, diikuti oleh kelompok bijih, kerak dan abu logam yang mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$72,64 juta atau 53,89 persen,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Agnes Widiastuti, Kamis (8/1/2026).
Selain itu, terdapat golongan barang yang mengalami peningkatan nilai ekspor. Golongan barang dengan penambahan nilai ekspor terbesar adalah kelompok lemak dan minyak hewani nabati, dengan penambahan nilai ekspor sebesar US$180,97 juta atau naik 43,16 persen, diikuti oleh kelompok karet dan barang dari karet dengan penambahan nilai ekspor sebesar US$14,14 juta atau naik 32,35 persen.
”Jika dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya (year on year), nilai ekspor Kalimantan Tengah pada November 2025 turun sebesar US$94,34 juta atau 26,47 persen. Penurunan nilai ekspor year on year terjadi pada sejumlah kelompok barang. Penurunan
terbesar terjadi pada kelompok bahan bakar mineral senilai US$66,13 juta, turun 23,65 persen, diikuti oleh kelompok lemak minyak hewani nabati yang mengalami penurunan nilai ekspor sebesar US$11,17 juta, turun 29,43 persen,” ucapnya.
Namun sebaliknya, terdapat beberapa golongan barang yang mengalami peningkatan nilai ekspor. Golongan barang dengan peningkatan nilai ekspor terbesar adalah kelompok bahan nabati untuk anyam-anyaman dengan peningkatan senilai US$2,12 juta periode sebelumnya tidak ada ekspor.
Jika dibandingkan dengan Bulan Oktober 2025 (month to month), secara umum nilai ekspor Kalimantan Tengah mengalami penurunan sebesar US$74,04 juta atau 26,47 persen. Penurunan nilai ekspor tertinggi terjadi pada kelompok bahan bakar mineral senilai US$48,95 juta atau turun 18,65 persen.
Editor Wily Mbs











