Riau MBS Dana BOS dikucurkan Negara untuk Operasional Satuan Pendidikan agar anak-anak bangsa mendapatkan pendidikan yang yang baik dan layak untuk mencerdaskan anak Bangsa sesuai Amanah Undang-undang Dasar 1945.
Namun miris, keadaan SMPN 3 BANGKO PUSAKO tampak banyak ruangan kelas yang rusak, dan tidak dialiri listrik yang menyulitkan penggunaan infokus dan laptop, dan bila cuaca mendung ruangan gelap yang dapat menghambat proses belajar mengajar.
Diperparah lagi sudah bertahun hanya 1 buah toilet yang berfungsi untuk dipakai ratusan siswa ditambah guru-guru, sehingga merasa kurang nyaman disekolah bila ingin ke Toilet.
Padahal Sekolah ini mendapat kucuran Dana BOS bersumber dari APBN setiap tahunnya lebih dua ratusan juta rupiah, namun kondisi sekolah sangat memprihatinkan, dan tampaknya kurang pengawasan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Rokan Hilir.
Ketika awak media ini mengkonfirmasi langsung pada Kamis 28 Agustus Kepala SMPN 3 Bangko Pusako Ibu Junaida sepertinya Ibu Junaida mencoba menghindar dan berusaha bersembunyi dalam ruangannya, seorang guru dan awak media ikut memanggil, sampai sekitar 30 menit kemudian ibu Junaida keluar.
Lalu Wartawan Mitra Mabes mempertanyakan tentang keadaan Sekolah yang sangat memprihatinkan, Ibu Junaida mengakuinya dan berjanji bulan Januari tahun depan akan memperbaikinya semuanya.
Menurut Tim KPK INDEPENDEN KABUPATEN ROKAN HILIR yang telah berkunjung di SMPN 3 Bangko Pusako pada Rabu 27 Agustus 2025 tampak tidak ada Pemeliharaan atau perawatan sekolah, dan menduga Kepsek melakukan Penyelewengan Dana BOS.
” Sekolah tidak terawat, Toilet banyak rusak, dan tidak ada aliran listrik di banyak ruangan kelas, maka patut diduga Kepsek menyelewengkan Dana BOS, kita pinta dengan tegas kepada Inspektorat Rokan Hilir dan Aparat Penegak Hukum segera memeriksa Kepsek ini” ujar Rudi
“Dan meminta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang baru Bapak M. Nur Hidayat serius dalam Monev satuan pendidikan di Negeri Seribu Kubah yang Kita cintai ini” tambahnya
Editor : Tim J.