Dua CV kontruksi di SMPN 1 Sukra Diduga kangkangi Aturan

Senin, 30 September 2024 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

INDRAMAYU, Mitramabes.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Indramayu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, saat ini sedang menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024, dan juga Dana Alokasi Umum (DAU) untuk pembangunan RKB dan perehaban gedung sekolah di beberapa titik Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) se wilayah kabupaten Indramayu, namun lantaran minimnya pengawasan pihak Dinas, pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan aturan sekaligus harapan publik, tentang kualitas dan kuantitas dari kata maksimal, ada saja oknum kontraktor nakal yang mencari keuntungan lebih. Senin (30/9/2024)

Saat awak media menanyakan tentang keberadaan Pelaksananya, salah satu pekerja proyek, mengatakan tidak ada di lokasi. ”Pelaksananya tidak ada.” Tuturnya.

Seperti yang terpantau awak media, dari dua CV pemenang tender proyek perehaban di SMPN 1 Sukra, Kecamatan Sukra, yakni CV Kenyal Sejati, dan CV Cemerlang di lokasi ditemukan beberapa kejanggalan dari bahan material yang diduga tidak sesuai spek, pengadukan dilakukan manual tanpa menggunakan mesin molen.

Kemudian, tanpa konsultan proyek, pengawas dinas dan pelaksana proyek,lebih lanjut para pekerja bangunan dilokasi proyek tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) padahal dalam peraturan, para pekerja wajib menggunakannya, mirisnya kewajiban K3 para pekerja terkesan diabaikan.

Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Untuk peraturan APD secara spesifik pada bidang konstruksi dicantumkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum. Keberadaan sosok Tenaga Ahli K3 Dua Proyek di SMPN 1 Sukra dipertanyakan publik?. Pasalnya selain diduga tabrak aturan, kesehatan dan keselamatan para pekerja juga dipertaruhkan.

Sementara itu, Kabid SMP dinas pendidikan dan kebudayaan Indramayu sampai berita ini diterbitkan, ketika dihubungi lewat pesan singkat belum memberikan tanggapan. Terkesan mengabaikan konfirmasi wartawan, ada apa?

(Tim)

Berita Terkait

MUSREMBANG TINGKAT KECAMATAN LEMBAK kabupaten Muara Enim ( MEMBARA )
Pemkab Tapanuli Utara Dukung Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lewat Inacraft 2026.
Dinas Pendidikan Kabupaten Taput Laksanakan Kegiatan Tarauma Healing Untuk Pemulihan Psikologis Anak Pasca Bencana .
Akses Informasi di MAN 1 Jombang Dipertanyakan, Keterbukaan Publik Jadi Sorotan
Standar Ganda KONI Kalbar Antara Kubu Raya dan Pontianak. Hati-hati Buat Keputusan
Dinas Sosial Kabupaten Humbang Hasundutan Gelar Syukuran Tahun Baru, Sekaligus pembentukan DWP Kepengurusan Baru.
Pengurus Cabor Kubu Raya Ajukan Petisi Tolak Penundaan Musorkab V KONI
Diduga minim Hasil, kinerja kades sri Agung Dipertanyakan usai 4 Tahun menjabat

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:26 WIB

MUSREMBANG TINGKAT KECAMATAN LEMBAK kabupaten Muara Enim ( MEMBARA )

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:17 WIB

Pemkab Tapanuli Utara Dukung Penguatan Ekonomi Kreatif dan Pelestarian Budaya Lewat Inacraft 2026.

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:08 WIB

Dinas Pendidikan Kabupaten Taput Laksanakan Kegiatan Tarauma Healing Untuk Pemulihan Psikologis Anak Pasca Bencana .

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:04 WIB

Akses Informasi di MAN 1 Jombang Dipertanyakan, Keterbukaan Publik Jadi Sorotan

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:53 WIB

Standar Ganda KONI Kalbar Antara Kubu Raya dan Pontianak. Hati-hati Buat Keputusan

Berita Terbaru