Ditpolairud Polda Jambi Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pengangkutan Komoditas Tanpa Dokumen Karantina

Senin, 2 Februari 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAMBI // MBS – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus pengangkutan komoditas pertanian dan bahan kebutuhan pokok tanpa dokumen karantina yang sah.

Kegiatan konferensi pers tersebut di laksanakan di Makopolairud Polda Jambi pada Senin, (02/02/2026) dengan dipimpin oleh Dir Polairud Polda Jambi Kombes Pol. Dhovan Oktavianton dengan di dampingi oleh Kepala Karantina Jambi Sudiwan dan Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk transparansi kepada publik sekaligus komitmen penegakan hukum di wilayah perairan Jambi.

Dalam konferensi pers tersebut, disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jambi bahwa kasus bermula dari kecurigaan tim patroli terhadap sebuah kapal yang memasuki alur Sungai Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

” Setelah dilakukan pengejaran dan pemeriksaan, kapal KM Sunarti Indah GT 18 diketahui mengangkut berbagai komoditas pertanian dari luar daerah tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan tumbuhan antar area.”

Petugas kemudian mengamankan seorang pria berinisial HA (65), yang diduga bertanggung jawab atas pengangkutan barang tersebut. Dari atas kapal, turut diamankan berbagai barang bukti berupa hasil pertanian, bahan pangan, serta sejumlah barang lainnya.

Dir Polairud Polda Jambi dalam keterangannya menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya mencegah masuk dan menyebarnya hama maupun penyakit tumbuhan yang dapat membahayakan sektor pertanian serta ketahanan pangan daerah.

“Penindakan ini adalah wujud komitmen kami dalam menjaga perairan Jambi agar tidak dimanfaatkan untuk kegiatan yang melanggar ketentuan, termasuk pengangkutan komoditas tanpa dokumen karantina yang sah,” ujar salah satu pejabat Ditpolairud saat konferensi pers.

Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terkait potensi kerugian negara dengan berkoordinasi bersama instansi karantina. Proses hukum terhadap tersangka juga terus berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ditpolairud Polda Jambi turut mengimbau para pelaku usaha angkutan laut dan perdagangan antar daerah agar selalu melengkapi dokumen perizinan, khususnya dokumen karantina, guna menghindari pelanggaran hukum serta melindungi kepentingan bersama, (Sch).

Editor : Socheh

Berita Terkait

Wujudkan Demokrasi Sehat, Komunitas Wartawan Tebo Dukung Penuh Pilkades Serentak 2026
Pinca Bulog Indramayu Hadiri Penanaman Jagung Serentak 750 Hektar Di Pecuk Indramayu.
Camat M. Martadinata Angkat Bicara Terkait Kisruh Hiburan Malam di Desa Harjosari
Wujudkan Kamseltibcarlantas, Polres Tanjab Barat Perkuat Sinergi Lintas Sektoral dalam Operasi Keselamatan 2026.
Ops Keselamatan Krakatau 2026 Dimulai, Polres Lampung Tengah Kedepankan Pendekatan Edukatif dan Humanis
Kasdam XXI/Radin inten Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Krakatau 2026 Polda Lampung. ‎
*Jelang Operasi Ketupat 2026, Polres Pagar Alam Gelar Apel Operasi Keselamatan Musi*
Polda Jambi Gelar Apel Pasukan Operasi Kepolisian Kewilayahan Keselamatan 2026

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 17:01 WIB

Wujudkan Demokrasi Sehat, Komunitas Wartawan Tebo Dukung Penuh Pilkades Serentak 2026

Senin, 2 Februari 2026 - 16:02 WIB

Pinca Bulog Indramayu Hadiri Penanaman Jagung Serentak 750 Hektar Di Pecuk Indramayu.

Senin, 2 Februari 2026 - 15:38 WIB

Ditpolairud Polda Jambi Gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pengangkutan Komoditas Tanpa Dokumen Karantina

Senin, 2 Februari 2026 - 13:15 WIB

Wujudkan Kamseltibcarlantas, Polres Tanjab Barat Perkuat Sinergi Lintas Sektoral dalam Operasi Keselamatan 2026.

Senin, 2 Februari 2026 - 12:43 WIB

Ops Keselamatan Krakatau 2026 Dimulai, Polres Lampung Tengah Kedepankan Pendekatan Edukatif dan Humanis

Berita Terbaru