*Diskannak Garut Hadirkan Gerakan Medali Emas untuk Atasi Inflasi di Kabupaten Garut

Jumat, 27 Desember 2024 - 21:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

*GARUT, MBS* – Penjabat (Pj) Bupati Garut, Barnas Adjidin, secara resmi meluncurkan Program Mengendalikan Inflasi melalui Peternakan Masyarakat (Medali Emas) yang diinisiasi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Gatut (Diskannak) di Desa Wanajaya, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Selasa (24/12/2024).

Pj Bupati Garut mengapresiasi atas hadirnya gerakan Medali Emas ini, yang menurutnya program ini mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, dan akan menciptakan kondisi yang baik bagi keluarga. Terlebih, lanjut Barnas, program ini diintegrasikan dengan program-program ketahan pangan lainnya yang ada di Kabupaten Garut.

“Nah inilah sebetulnya program yang saya harapkan, ini program medali emas ini adalah program yang menurut saya berhasil, kenapa berhasil? Saya melihat dari ibu-ibunya bergembira ya, ayam-ayamnya sehat, lalu kemudian pohon-pohon tanaman baik itu kangkung ataupun selada air itu juga mekar dengan demikian baik, termasuk ternak-ternaknya yang sebentar lagi kalau mau tahun baru nanti bisa dijual sebagian, nanti kemudian anaknya kita punya lagi untuk nanti Iduladha dan seterusnya lah,” ujar Barnas.

Ia pun menilai program Medali Emas ini juga merupakan suatu program yang sesuai dengan keinginan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yaitu terkait ketahanan pangan untuk keluarga.

Sementara itu, Kepala Diskannak Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, menuturkan, Medali Emas ini adalah salah satu upaya pemerintah daerah dalam rangka mengendalikan inflasi melalui pengembangan peternakan di masyarakat, dalam rangka memenuhi kebutuhan telur secara mandiri.

“Jadi mudah-mudahan ini salah satu upaya pemerintah daerah Garut dalam rangka memenuhi kebutuhan pangannya melalui penyediaan telur secara mandiri di tingkat kelompok atau di tingkat warga,” tutur Beni.

Awal gerakan ini, lanjut Beni, pihaknya mensimulasikan di Desa Wanajaya Kecamatan Wanaraja dengan memberikan bantuan sebanyak 400 ekor ayam untuk 40 Kepala Keluarga (KK), di mana masing-masing KK mendapatkan 10 ekor ayam petelur.

Ia pun berharap 10 ekor ayam petelur tersebut bisa bertelur setiap hari ini, bisa memenuhi kebutuhan telur ayam keluarga dan sisanya bisa dijual dalam satuan produksi kelompok, sehingga mampu menambah pendapatan keluarga melalui tabungan kelompok.

Menurut Beni program ini dikelola oleh Kelompok Wanita Terpadu (KWT) yang ada di Desa Wanajaya, dalam rangkka pemberdayaan perempuan yang ada di desa tersebut.

Beni menjelaskan di tahun 2025 pihaknya sudah merancang agar seluruh desa di Kabupaten Garut bisa melaksanakan program Medali Emas secara masif dengan diperkuat Peraturan Bupati (Perbup) yang saat ini sedang disusun pihaknya bersama Bagian Hukum Setda Kabupaten Garut, di mana, imbuh Beni, pembiayaannya akan dilakukan melalui pemanfaatan dana ketahanan pangan yang ada di masing-masing desa.

“Jadi saya sudah menghitung kalau rata-rata tiap desa menyediakan 300 ekor saja, tadi saya hitung itu sekitar ada 126 ribu lebih ekor ya, kalau 80% yang bertelur berarti ada sekitar 101 ribu, 101 ribu berarti menghasilkan 101 ribu telur per hari ya, kalau rata-rata per kilo ada 16 telor berarti 1 hari di Kabupaten Garut ini bisa dihasilkan sekitar 6.000 kilo, jadi kalau misalkan dihitung dalam setahun tadi saya hitung hampir seribu tahun lebih, dan ini saya kira cukup untuk memenuhi kebutuhan Kabupaten Garut begitu,” jelas Beni.

Ia mengungkapkan jika program ini bisa dilakukan secara masif di seluruh desa di Kabupaten Garut, menurutnya swasembada telur dalam rangka pemenuhan kebutuhan telur di Kabupaten Garut untuk pemenuhan kebutuhan gizi, termasuk menyongsong kegiatan makan bergizi yang akan dilakukan tahun depan akan bisa terpenuhi.

“Tentu harapannya terkait dengan program Asta Cita Pak Presiden ya, bahwa seluruh kabupaten kota provinsi di Indonesia ini bisa swasembada pangan”, ungkapnya.

D Ramdani

Berita Terkait

Kepala Desa Tanjung Harap Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp100 Juta
Warga Pengungsi di SMAN 2 Langkahan Sampaikan Terima Kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa, dan AOCC
“Jangan Biarkan Kami Mati dalam Kepungan Debu Jalan”
Kasrem 043/Gatam Hadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TA 2026, Tegaskan Komitmen Disiplin dan Taat Hukum
PENYERAHAN SK DEFINITIF, LBH KIS LAMPUNG UTARA SIAP JADI GARDA TERDEPAN DALAM DUNIA KESEHATAN.
Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Usaha Jual Beli Rongsok Kendaraan Roda Dua di Desa Braja Indah, Kecamatan Braja Selebah, Jadi Sorotan.
Pererat Kemitraan dengan Wartawan, Kapolres Aceh Utara Ngopi Bareng di Ujung Timur
DPC Ormas Bidik Kabupaten Padang Lawas Surati PT. KAS Terkait DAS dan Limbah.

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:02 WIB

Kepala Desa Tanjung Harap Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Rp100 Juta

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:36 WIB

Warga Pengungsi di SMAN 2 Langkahan Sampaikan Terima Kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa, dan AOCC

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:05 WIB

“Jangan Biarkan Kami Mati dalam Kepungan Debu Jalan”

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:03 WIB

Kasrem 043/Gatam Hadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer TA 2026, Tegaskan Komitmen Disiplin dan Taat Hukum

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:47 WIB

PENYERAHAN SK DEFINITIF, LBH KIS LAMPUNG UTARA SIAP JADI GARDA TERDEPAN DALAM DUNIA KESEHATAN.

Berita Terbaru