Mbs.com- Sumatera Utara, Batubara– Fenomena memprihatinkan kembali terlihat di Kabupaten Batubara. Hampir setiap hari, mulai pagi hingga siang hari yang seharusnya menjadi waktu belajar, puluhan pelajar dari beberapa sekolah justru kedapatan nongkrong dan berkumpul di luar lingkungan sekolah.
Ironisnya, para pelajar tersebut masih mengenakan seragam sekolah lengkap.
Kondisi ini bukan terjadi sekali dua kali, melainkan telah menjadi pemandangan yang nyaris rutin. Hal tersebut disampaikan Zulkifli Siagian, salah seorang warga Desa Brohol.
Berdasarkan pantauan di lapangan, lokasi yang kerap dijadikan tempat berkumpul para pelajar berada di Simpang ES, Desa Brohol, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.
“Setiap hari kami melihat anak-anak sekolah masih berseragam nongkrong di sini saat jam belajar. Ini sudah sangat memprihatinkan,” ujar Zulkifli.
Situasi ini tentu menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Di saat para pelajar seharusnya berada di ruang kelas untuk menuntut ilmu dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik, waktu mereka justru dihabiskan di warung-warung dan tempat nongkrong pada jam sekolah.
Lebih disayangkan lagi, pemilik warung atau tempat usaha di sekitar lokasi terkesan tidak mempertanyakan keberadaan para pelajar berseragam tersebut di jam yang tidak semestinya. Padahal, peran serta lingkungan sekitar sangat penting dalam menjaga kedisiplinan serta mendukung masa depan generasi muda.
Menyikapi kondisi ini, diharapkan adanya peran aktif dari seluruh pihak, mulai dari tenaga pendidik, pihak sekolah, orang tua, hingga masyarakat sekitar, untuk meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap aktivitas anak-anak di usia sekolah. Komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan orang tua juga dinilai penting agar permasalahan serupa tidak terus berulang.
Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dijaga dan dibina sejak dini. Apabila kebiasaan mengabaikan pendidikan dan disiplin dibiarkan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya masa depan para pelajar itu sendiri, tetapi juga masa depan daerah dan bangsa. Sudah saatnya semua pihak membuka mata dan bertindak demi menyelamatkan generasi penerus. (Albs/tim)









