Deli Serdang – MBS – Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) pohon sawit di Afdeling VII Kualanamu Kebun Tanjung Garbus PTPN IV regional 2, terlihat sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan seperti tidak terawat, karena terlihat banyak yang kurus, kerdil sehingga tumbuh tidak merata, ditambah banyaknya tanaman lalang dan gulma lainnya serta minimnya tanaman mucuna nya yang sangat wajib ada pada tanaman TBM, sehingga menambah buruk pada pertumbuhan TBM pohon sawit nya, Senin, (23/02/2026).
TBM pohon sawit yang terlihat kurus dan kerdil seperti tidak terawat, diduga karena tidak optimalnya dalam perawatan yang dilakukan, karena terlihat banyak tanaman yang mati dan diganti, ditambah banyaknya tanaman lalang dan gulma lainnya serta tanaman mucuna bracteata (tanaman penutup tanah) yang wajib harus ada, karena sangat penting bagi tanaman baru juga banyak yang tidak ada, ini menandakan tidak becus atau tidak profesional dalam perawatan yang dilakukan, padahal perusahaan sudah mengeluarkan anggaran yang besar bagi TBM.
Sehingga dugaan adanya penyalahgunaan pada anggaran perawatan TBM mencuat, yang diduga mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah, karena banyaknya kejanggalan seperti yang terlihat dengan kasat mata, tentu hal ini sangat merugikan perusahaan, karena berdampak juga pada masa panen yang tertunda dan tidak maksimal sesuai dengan rencana dan harapan perusahaan.
Mendapati temuan tersebut awak Media coba konfirmasi ke Berkat Banjar Nahor Asisten Afdeling VII Kebun Tanjung Garbus, melalui via WhatsApp nya, pada hari Minggu, 22 Februari, menanyakan mengenai TBM yang terlihat tidak terawat, beliau menjawab,
” Untuk tbm ini pak Bru disisip 21.790 pokok pada bulan 5-7 tahun 2025 akibat serangan oryctes karena terkendala pembayaran dr vendor pada tahun 2024 makanya tidak sama dengan yg lain sehingga nampak kerdil dr tanaman yg lama
Dan perusahaan melakukan penyisipan pokok
Sehingga tidak sama
Untuk areal mucuna tidak ada hanya beberapa blok saja karena terendam banjir pada bulan Desember 2025 lalu dan akan disisip mucuna serta perbaikan areal tergenang dengan excavator PC 50 sudah ada di areal
Untuk areal lalang masih dikerjakan sesuai rotasi.
Mendapati jawaban tersebut, awak Media menilai adanya kejanggalan, apalagi menyangkut dana anggaran yang terkendala dari vendor, tentu itu menjadi tanggung jawab vendor, sedangkan masalah tanaman mucuna nya hanya beberapa blok saja, itupun juga sudah salah, padahal awak Media sudah monitor dan mengamati mulai tanaman ulang (TU).
Yang emang dari awal seperti itu, terbukti awak Media juga ada mengirimkan foto dan video yang diambil pada tanggal 09 Oktober 2025, pada Asisten sewaktu konfirmasi dan emang seperti itu keadannya, bukan karena banjir, kalau dibilang banjir pada Desember 2025, sehingga awak Media menduga Asisten hanya mencari alasan saja guna menutupi kejanggalan tersebut.
Sedangkan masalah tanaman lalang, juga tidak ada habisnya, karena setelah di racun, tidak berapa lama tumbuh kembali, dan begitu terus tanpa ada penyelesaian yang pasti, padahal bisa dioptimalkan jika dikerjakan dengan benar, seperti menggunakan racun yang tepat dan dosis yang tepat pula, karena tanaman lalang itu sangat pantang di tanaman perkebunan PTPN IV.
Sehingga diharapkan pihak terkait seperti pihak kejaksaan, guna menyelidiki adanya dugaan penyalahgunaan anggaran perawatan pada TBM sawit di afdeling VII Kebun Tanjung Garbus, jika terbukti adanya penyalahgunaan anggaran yang mengakibatkan TBM sawit tersebut menjadi terlihat memprihatinkan dan merugikan keuangan perusahaan (negara) tentu harus ditindak dengan tegas, siapapun yang terlibat.
Dan bagi management PTPN IV Plamco, khususnya regional 2, segera mengaudit Management Kebun Tanjung Garbus, khususnya pada afdeling VII, guna menyelidiki adanya dugaan penyalahgunaan anggaran perawatan TBM, karena adanya kejanggalan dari hasil TBM yang terlibat memprihatinkan seperti tidak terawat, dan menindak dengan tegas jika ditemukan terbukti adanya penyalahgunaan anggaran perawatan TBM tersebut. (Syahrial).









