Sipahutar-Mitramabes.com .
disaat menuju perjalanan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Pangaribuan, Jumat (27/02/2026), Wakil Bupati Tapanuli Utara, Deni Lumbantoruan, menyempatkan singgah di SD Negeri 173168 Onan Runggu, Kecamatan Sipahutar.
Kunjungan itu memang tidak dijadwalkan , Namun justru dalam kesederhanaan itulah tersirat pesan kuat tentang komitmen seorang pemimpin terhadap pendidikan. Dikenal sebagai sosok akademisi dan dosen, Dr. Deni tak pernah melepaskan jati dirinya sebagai pendidik. Di mana pun berada, ruang belajar selalu di ciptakan.
Di sekolah sederhana yang dikelilingi suasana pedesaan itu, Wakil Bupati memonitor langsung pelaksanaan sejumlah program unggulan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara yang dicanangkan Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, di antaranya Program Saitapaias, Program Tapamajuma, serta kebijakan lima hari belajar di sekolah.
Melihat langsung pelaksanaan program berjalan baik. Lingkungan sekolah tampak bersih dan tertata baik . Nilai-nilai kedisiplinan, kebersamaan, dan tanggung jawab yang menjadi Program utama Saitapaias mulai tertanam dalam keseharian siswa.
Namun yang paling menyentuh adalah ketika Wakil Bupati tak sekadar berdiri sebagai pejabat yang meninjau, melainkan berubah menjadi guru di hadapan anak-anak. Ia memanggil beberapa siswa ke depan kelas, lalu menguji kemampuan mereka dalam perkalian dan penjumlahan. Dengan penuh percaya diri, anak-anak itu mampu menjawab seluruh pertanyaan dengan benar.
Senyum bangga terpancar dari wajahnya. Sebagai dosen, momen itu bukan sekadar evaluasi, tetapi perjumpaan batin antara pendidik dan generasi penerus bangsa.
Belajar itu kunci untuk meraih cita-cita. Jangan pernah takut bermimpi besar,” pesannya lembut.
Terkait kebijakan lima hari belajar, para guru dan siswa mengaku merasa nyaman. Orang tua pun disebut turut mendukung. Ketika ditanya apa yang dilakukan pada hari Sabtu, beberapa siswa menjawab polos, “Membantu orang tua bekerja di ladang.” Jawaban itu menggambarkan kuatnya nilai kerja keras dan gotong royong yang hidup dalam keluarga masyarakat Sipahutar.
Suasana semakin hangat saat Wakil Bupati bertanya tentang cita-cita mereka. Dari lima anak yang ditanya, tiga ingin menjadi dokter, satu bercita-cita menjadi tentara, dan satu ingin menjadi arsitek. Dengan nada bersahaja ia berkelakar, belum ada yang ingin menjadi dosen, seraya disambut tawa riang anak-anak dan para guru.
Kunjungan singkat tersebut menjadi potret kepemimpinan yang humanis. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, masih ada ruang untuk menyapa, mengajar, dan menyalakan harapan di mata anak-anak desa.
Langkah kecil itu mungkin sederhana, tetapi dampaknya besar. Sebab di tangan pemimpin yang tak pernah lupa pada dunia pendidikan, masa depan daerah sedang disemai. Semangat belajar anak-anak Sipahutar adalah harapan Tapanuli Utara. Dan di pagi yang cerah itu, harapan itu terasa begitu nyata.
[. Editor- Smarth. ]










