Di duga salah bongkar plafon ruang kelas SD inpres Campagaya kecamatan Galesong kini terbengkalai 23/02/2025.

Sabtu, 1 Maret 2025 - 22:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sul-Sel Mbs,Salah satu Sekolah dasar yang ada di desa campagaya kecamatan galesong kabupaten Takalar provinsi sulawesi selatan.

 

Telah dilaksanakan pada akhir tahun 2024,yaitu Kegiatan pekerjaan rehab gedung kelas berupa Penggantian atap serta plafon ruang kelas yang sudah mau lapuk termakan usia dari kondisi bahan dari atap yang bocor dan plafon gedung ruang kelas yang perlu perbaikan.

 

Dari pantauan beberapa media dan Lsm salah satu ruang kelas yang tidak memakai plafon di dalamnya dan dari belakang gedung terdapat pecahan tumpukan bahan material plafon yang sedang menumpuk.

 

Dari team awak media yang berada di tempat tersebut menanyakan ke warga sekitar bahwa kenapa banyak sekali pecahan material plafon yg menumpuk di belakang ruang kelas tersebut,”tanyanya”.

 

Warga tersebut yang enggan disebut namanya mengatakan itu dari pecahan material plafon ruang kelas yang sudah dikerjakan,”Ungkapnya”.Untuk lebih jelas kita tanyakan kepada kepala sekolah nya, “Jelasnya”.

Dari hasil wawancara bersama warga dari team awak media menghubungi pihak Sekolah Bahajuddin sebagai kepala sekolah SD Inpres Campagaya.

 

Dari hasil konfirmasi lewat via whatsapp bersama kepala sekolah mengatakan memang sekolah kami sedang ada rehab untuk ruang kelas serta pagar sekolah kami disini oleh pihak pelaksana kerja.

 

Dari team awak media menanyakan kenapa ada ruang kelas tidak memakai plafon ruangannya serta banyak pecahan tumpukan material bahan plafon dibelakang gedung kelas tersebut

 

Bahajuddin mengatakan bahwa betul ada tumpukan pecahan material bahan plafon oleh karena di duga salah pembongkaran yang seharusnya dua kelas kena rehab dibongkar tiga kelas sehingga ruang kelas tersebut terabaikan untuk pemasangan plafonnya.

 

Kami sebagai kepala Sekolah disini berharap agar yang membongkar ini bisa bertanggung jawab mengembalikan seperti sebelumnnya.

 

Dengan adanya beberapa media ini terutama media mitramabes bisa menyampaikan kebagian pelaksana aset dinas pendidikan untuk mencarikan solusi perbaikan pemasangan plafon kembali,”Tutupnya”.

 

Dari penyampaian konfirmasi antara pihak sekolah dan team awak media berusaha menghubungi dinas pendidikan.

 

Amirullah sebagai kabid dan penanggung jawab, untuk mendapat keterangan lebih lanjut yang di duga salah bongkar pekerjaan belum ada tanggapan dan jawaban sampai berita ini di terbitkan.

Editor:Samsir tinggi Mbs sulawesi selatan

Berita Terkait

Kapolres Nganjuk Hadiri Peringatan HPN 2026, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Insan Pers
*Rekonstruksi Kasus Kematian Buruh Ayam di Atung Bungsu, Satreskrim Polres Pagar Alam Peragakan 16 Adegan*
*Rekonstruksi Kasus Kematian Buruh Ayam di Atung Bungsu, Satreskrim Polres Pagar Alam Peragakan 16 Adegan*
Perkuat Kolaborasi Penegak Hukum, Kapolres Nganjuk Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri
Sidang Perdata Gugatan Ahli Waris Armahum Kakek Sapon Di (PN). Setabat. Kembali Di Tunda, Majelis Hakim “Tergugat Kepala Desa Sidomulyo dan Tergugat Camat Binjai Kwala Gumit.”Tidak perlu Dipangil Lagi Menuai Pertanyaan ??…!
Waduh, PETI Batang Natal Kebal Hukum, APH Tutup Mata.
PJI: HPN 2026 Momentum Pers Jaga Integritas
Kapolres Bungo Ucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2026, Tegaskan Pers Mitra Strategis Polri

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 18:11 WIB

Kapolres Nganjuk Hadiri Peringatan HPN 2026, Perkuat Sinergi Forkopimda dan Insan Pers

Senin, 9 Februari 2026 - 17:57 WIB

*Rekonstruksi Kasus Kematian Buruh Ayam di Atung Bungsu, Satreskrim Polres Pagar Alam Peragakan 16 Adegan*

Senin, 9 Februari 2026 - 17:52 WIB

*Rekonstruksi Kasus Kematian Buruh Ayam di Atung Bungsu, Satreskrim Polres Pagar Alam Peragakan 16 Adegan*

Senin, 9 Februari 2026 - 17:25 WIB

Perkuat Kolaborasi Penegak Hukum, Kapolres Nganjuk Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri

Senin, 9 Februari 2026 - 17:22 WIB

Waduh, PETI Batang Natal Kebal Hukum, APH Tutup Mata.

Berita Terbaru