Mitramabes.com – Nganjuk – Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., menerima silaturahmi dan audiensi Ketua serta Pengurus GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) Kabupaten Nganjuk di Ruang Kerja Kapolres Nganjuk, Selasa (24/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres didampingi para Pejabat Utama Polres Nganjuk dan membahas berbagai isu sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Audiensi ini menjadi ruang dialog antara kepolisian dan mahasiswa, khususnya terkait persoalan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nganjuk. Salah satu isu yang diangkat adalah pertumbuhan mini market yang dinilai berpotensi mengganggu keberadaan toko-toko kecil milik warga.
Selain itu, dibahas pula pentingnya mencari formula untuk menyatukan perguruan silat di Kabupaten Nganjuk dalam satu barisan demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan apresiasi atas inisiatif GMNI yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat.
“Kami menyambut baik silaturahmi ini. Mahasiswa adalah mitra strategis dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Terkait isu pertumbuhan mini market maupun dinamika perguruan silat, tentu diperlukan diskusi yang lebih intensif dengan melibatkan pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan,” ujar AKBP Suria Miftah Irawan.
Ia menegaskan, Polres Nganjuk terbuka terhadap masukan dari berbagai elemen masyarakat dan siap bersinergi dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan warga.
Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Nganjuk periode 2024–2026, Muhammad Ainun Rozzaq, menyampaikan bahwa GMNI sebagai organisasi mahasiswa akan terus mengawal isu-isu sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“Kami melihat ada keresahan di tengah masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, terkait menjamurnya mini market. Selain itu, kami juga mendorong adanya upaya bersama untuk menyatukan perguruan silat di Nganjuk agar tidak terjadi gesekan yang merugikan masyarakat. Karena itu, perlu forum diskusi yang lebih luas dan melibatkan banyak pemangku kepentingan,” ungkap Muhammad Ainun Rozzaq.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara Polres Nganjuk dan kalangan mahasiswa, sehingga setiap persoalan sosial dapat disikapi secara bijak, solutif, dan tetap mengedepankan kondusivitas wilayah Kabupaten Nganjuk.
Mitramabes.com Jurnalis Nganjuk Jomsen Silitonga









