
Pontianak, Mitramabes.com
Dansat Brimob Polda Kalbar Kombes Pol Dede Rajudin, S.I.K., M.H. beserta jajaran staf dan Bhayangkari menyampaikan ucapan Dirgahayu ke-54 kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Jumat (28/2/2026).
Ucapan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme Basarnas dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan di seluruh penjuru negeri, termasuk di wilayah Kalimantan Barat yang memiliki karakteristik geografis rawan bencana.
Dalam momentum peringatan hari jadi ke-54 ini, Basarnas mengusung semangat “Profesional, Modern, Teruji – Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan.” Tema tersebut dinilai selaras dengan komitmen Polri dalam memperkuat kolaborasi lintas institusi demi keselamatan masyarakat.
Dansat Brimob menegaskan bahwa sinergitas antara Polri dan Basarnas bukan sekadar formalitas koordinasi, melainkan kerja nyata di lapangan.
Mulai dari operasi pencarian korban bencana alam, evakuasi kecelakaan, hingga respons cepat dalam kondisi darurat, kolaborasi dua institusi ini menjadi garda terdepan perlindungan masyarakat.
“Basarnas adalah representasi negara dalam situasi paling genting. Saat orang lain mundur karena risiko, mereka justru maju. Itu bukan hanya tugas, itu panggilan kemanusiaan,” tegasnya.
Kalimantan Barat sendiri merupakan wilayah dengan potensi kerawanan bencana, mulai dari erupsi, banjir, hingga kecelakaan di wilayah perairan. Dalam sejumlah peristiwa, Basarnas bersama TNI-Polri dan relawan menjadi tulang punggung proses evakuasi dan penyelamatan.
Kehadiran Basarnas bukan hanya soal teknis pencarian dan pertolongan. Lebih dari itu, institusi ini membawa harapan bagi keluarga korban yang menanti kepastian. Dalam setiap operasi, ketepatan, kecepatan, dan ketangguhan menjadi kunci utama.
Di usia ke-54 tahun, Basarnas dinilai semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penggunaan peralatan modern, sistem komunikasi terintegrasi, serta peningkatan kapasitas personel menjadi indikator bahwa lembaga ini terus berbenah menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Dansat Brimob memandang momentum Dirgahayu ini sebagai refleksi bersama bahwa keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab kolektif. Tidak ada ruang ego sektoral dalam misi kemanusiaan.
“Kami siap memperkuat koordinasi, latihan bersama, dan respon terpadu. Karena dalam situasi darurat, yang dibutuhkan masyarakat bukan seremoni, tapi aksi cepat dan terukur,” lanjutnya.
Ucapan Dirgahayu Basarnas ke-54 ini sekaligus menjadi pesan moral bahwa kerja-kerja kemanusiaan harus terus dijaga integritasnya. Profesionalisme tidak boleh sekadar slogan, melainkan standar operasional yang dijalankan tanpa kompromi.
Di tengah dinamika ancaman bencana dan kondisi geografis Indonesia yang kompleks, keberadaan Basarnas tetap menjadi garda terdepan penyelamatan.
Sementara Polri, termasuk jajaran Brimob di Pontianak, memastikan dukungan penuh dalam setiap operasi kemanusiaan.
Dirgahayu Basarnas ke-54. Teruslah menjadi simbol ketangguhan, presisi, dan harapan di setiap detik penyelamatan. Karena bagi keluarga korban, satu nyawa yang diselamatkan bukan sekadar angka statistik, melainkan dunia yang kembali utuh.
(Sy Mohsin)









