TEBO ILIR || MBS – Program jalan rabat beton tahun 2025 yang sudah dianggarkan Rp170 juta – buat jalan sepanjang 255 meter, lebar 2 meter, tebal 15 cm di Kadus 2 RT 8 – sampai sekarang belum ada satu pun batu yang dibangun. Padahal tahun udah mau berakhir!
“Saya kaget banget, dana sudah ada kan? Kenapa belum dikerjakan? Warga sini sangat butuh jalan ini, apalagi pas hujan malah banjir dan licin,” ujar sumber yang tidak mau namanya dituliskan, suara penuh khawatiran.
Ketika ditanya terkait keterlambatan, Kadus 2 Sugiyanto pun jawab: “Waalaikumsalam, insya Allah di segerakan. Kendalanya, hibah yang kemaren sudah mau sekarang tidak mau lagi.” Meskipun sudah ada alasan dari kadus, warga masih merasa tidak puas – mengapa masalah hibah ini tidak bisa diselesaikan lebih awal?
Karena itu, sumber meminta pihak berwenang agar segera bertindak. “Jangan cuma camat saja yang panggil kades. Bupati Tebo, polisi, dan inspektorat juga harus turun tangan memeriksa! Agar jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan dana Rp170 juta itu,” tegasnya.
Keterlambatan proyek jalan ini menjadi tambah lagi satu contoh penggunaan dana yang tidak sesuai jadwal – menambah kekhawatiran warga tentang pengelolaan keuangan di desa. Sampai saat ini, belum ada penjelasan resmi dari kades atau lembaga terkait lebih lanjut tentang masalah hibah yang disebutkan Kadus Sugiyanto.
Semua mata kini menanti: apakah camat, bupati, polisi, dan inspektorat akan segera mengklarifikasi dan mendorong proyek yang sangat dibutuhkan warga ini cepat terselesaikan sebelum tahun berakhir?. (Tim).










